National

Prabowo Subianto Soroti Strategisnya Jalur Perdagangan ASEAN

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyerukan pentingnya negara-negara ASEAN menjaga kedaulatan wilayah perairan dan jalur perdagangan strategis di kawasan Asia Tenggara. Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya disrupsi ekonomi global akibat konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang memengaruhi jalur perdagangan dunia di Selat Hormuz.

Dalam pidatonya pada Konferensi Tingkat Tinggi ke-48 ASEAN di Cebu, Prabowo menekankan bahwa stabilitas kawasan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan ekonomi regional. Ia menilai keamanan jalur distribusi dan perdagangan harus dipandang sebagai bagian dari ketahanan bersama ASEAN.

Prabowo menjelaskan bahwa ketahanan kawasan tidak hanya berkaitan dengan energi, tetapi juga perlindungan terhadap jalur perdagangan strategis yang melintasi wilayah Asia Tenggara. Menurutnya, negara-negara ASEAN harus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan yang dapat menghambat distribusi barang dan energi global.

Ia menilai kawasan Asia Tenggara memiliki posisi strategis yang membuat stabilitas wilayah perairan menjadi sangat penting bagi perekonomian dunia. Oleh karena itu, gangguan keamanan di kawasan dinilai dapat memberikan dampak luas terhadap aktivitas perdagangan internasional.

Dalam pandangannya, tantangan global yang dihadapi saat ini tidak dapat diselesaikan secara individual oleh masing-masing negara anggota ASEAN. Prabowo menegaskan bahwa solidaritas dan kerja sama regional harus diperkuat agar kawasan tetap aman dan stabil di tengah dinamika geopolitik internasional. Ia menilai ASEAN perlu bertindak secara kolektif untuk menghadapi ancaman terhadap ketahanan ekonomi maupun keamanan kawasan. Pernyataan tersebut mencerminkan dorongan agar ASEAN memainkan peran yang lebih aktif dan terkoordinasi dalam merespons krisis global.

Selain itu, Prabowo Subianto menegaskan bahwa ASEAN harus memiliki suara politik kolektif yang kuat dalam menjaga kepentingan kawasan. Ia meminta seluruh pihak untuk menjunjung hukum internasional dan mendorong akuntabilitas terhadap setiap bentuk pelanggaran yang dapat mengancam stabilitas global.

Menurutnya, perlindungan terhadap warga negara ASEAN hanya dapat tercapai apabila negara-negara anggota mampu berbicara dalam satu suara. Momentum krisis global saat ini dipandang sebagai kesempatan bagi ASEAN untuk menunjukkan pengaruh politik dan solidaritas regionalnya di tingkat internasional.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...