Serangan udara Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya 13 orang di Lebanon selatan, di tengah gagalnya gencatan senjata menghentikan konflik antara Israel dan kelompok bersenjata Hezbollah.
Menurut kantor berita pemerintah National News Agency (NNA), enam orang tewas dan tujuh lainnya luka-luka setelah sebuah rumah di Kfar Dounine dihantam serangan pada malam hari (11/5).
Pada Selasa sore, Kementerian Kesehatan Lebanon menyatakan dua petugas paramedis dari layanan darurat tewas dan satu lainnya terluka dalam serangan Israel di Nabatieh, saat mereka tengah menjalankan misi penyelamatan pasca-serangan sebelumnya.
Militer Israel menyatakan sedang menyelidiki laporan tersebut.
Presiden Lebanon Joseph Aoun menyampaikan duka atas kematian dua anggota pertahanan sipil tersebut dan menegaskan bahwa serangan Israel yang terus berlanjut menghambat upaya meredakan ketegangan.
Pihak Kementerian Kesehatan Lebanon menuding Israel secara sengaja menargetkan petugas medis, menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional.
Sejak konflik berlangsung, sedikitnya 108 tenaga medis dan pekerja kesehatan dilaporkan tewas, dengan lebih dari 140 serangan tercatat terhadap ambulans dan fasilitas medis.
NNA juga melaporkan seorang warga Suriah tewas dan istrinya terluka setelah sebuah drone Israel menyerang sepeda motor yang mereka tumpangi di wilayah Tayr Debba.
Militer Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan seorang tersangka yang diduga mencoba meluncurkan rudal ke arah pesawat mereka.
Selain itu, tiga orang lainnya dilaporkan tewas dalam serangan di wilayah Jabshit.
Di sisi lain, Hezbollah mengklaim telah melancarkan serangan drone terhadap pasukan Israel di sejumlah wilayah di Lebanon selatan, serta menargetkan seorang tentara Israel di wilayah utara Israel.
Israel dalam beberapa hari terakhir meningkatkan intensitas serangan, dengan alasan menargetkan infrastruktur dan pejuang Hezbollah yang disebut melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat.
Sebagai balasan, Hezbollah terus melancarkan serangan roket dan drone ke wilayah Israel utara serta pasukan Israel yang berada di Lebanon selatan.
Pejabat Israel dan Lebanon dijadwalkan kembali bertemu di Washington untuk membahas upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung sejak awal Maret.
Hingga kini, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat sedikitnya 2.869 orang telah tewas, termasuk ratusan korban setelah gencatan senjata diberlakukan.
Sementara itu, otoritas Israel menyebut 18 tentara dan empat warga sipil mereka juga tewas dalam periode yang sama.
Konflik ini terus menunjukkan eskalasi, dengan kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan damai yang ada.
Akbari Danico – Redaksi

