Government Health National

Program Kesehatan AS di Banten Turunkan Angka Kematian Ibu hingga 55 Persen

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan otoritas kesehatan Banten, menggelar Kegiatan Pembelajaran dan Transisi pada 12 Mei di Serang. Kegiatan ini menjadi momentum untuk merayakan capaian peningkatan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, sekaligus menandai peralihan program kesehatan yang didukung pemerintah AS ke kepemimpinan pemerintah daerah.

Acara tersebut menyoroti keberhasilan program MOMENTUM Country and Global Leadership (MCGL), yang sejak 2021 berkontribusi dalam memperkuat sistem layanan kesehatan ibu dan bayi di berbagai wilayah Indonesia. Di Banten, program ini dijalankan di lima kabupaten/kota dengan mengusung pendekatan Peningkatan Mutu Kolaboratif (Collaborative Quality Improvement), yang meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di lini terdepan sekaligus memperkuat peran kader kesehatan masyarakat.

Kuasa Usaha Ad Interim Kedubes AS, Peter M. Haymond, menyampaikan bahwa kemitraan antara Amerika Serikat dan Indonesia telah memberikan dampak nyata.

“Amerika Serikat bangga dapat bermitra dengan Indonesia untuk meningkatkan layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir di Provinsi Banten. Upaya ini terbukti berhasil, dengan penurunan angka kematian ibu hingga 55 persen di fasilitas yang didukung program MOMENTUM,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menunjukkan pentingnya pendekatan berbasis bukti serta kepemilikan lokal dalam memastikan keberlanjutan program. Menurutnya, dukungan AS dirancang untuk mendorong kemandirian, termasuk melalui pengalihan intervensi kepada pemerintah daerah.

Di Provinsi Banten, capaian utama program ini meliputi penurunan angka kematian ibu di fasilitas kesehatan sebesar 55 persen dari 214,4 menjadi 95,7 per 100.000 persalinan di 26 fasilitas antara 2024 hingga 2025. Selain itu, angka kematian neonatal juga menurun dari 16,2 menjadi 15,5 per 1.000 kelahiran hidup.

Program ini juga berhasil melatih lebih dari 300 kader kesehatan masyarakat yang telah melakukan lebih dari 6.000 kunjungan rumah dan menjangkau lebih dari 16.000 individu.

Kemajuan signifikan juga terlihat dari perluasan cakupan program. Saat ini, sebanyak 134 fasilitas kesehatan di Banten telah berpartisipasi dalam kolaborasi peningkatan mutu. Dari jumlah tersebut, 46 fasilitas awal didukung oleh pemerintah AS, sementara 88 fasilitas tambahan dikembangkan secara mandiri oleh pemerintah daerah dengan memanfaatkan sumber daya nasional.

Dengan capaian tersebut, Banten dinilai memiliki posisi strategis untuk melanjutkan dan memperluas intervensi kesehatan di bawah kepemimpinan penuh pemerintah daerah.

Kegiatan ini juga dihadiri sekitar 250 peserta, termasuk pejabat tinggi kementerian, pimpinan daerah, tenaga kesehatan, serta kader masyarakat. Rangkaian acara meliputi sambutan pejabat, penyerahan simbolis hasil program, serta “gallery walk” yang menampilkan inovasi layanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Meski program MCGL akan berakhir pada Mei 2026, pemerintah AS memastikan komitmennya untuk terus mendukung sektor kesehatan Indonesia melalui strategi kesehatan global yang berkelanjutan.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...