Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyatakan pandangan serupa terkait Iran. Keduanya menegaskan penolakan terhadap kepemilikan senjata nuklir oleh Teheran.
“Pandangan kami mengenai Iran sangat mirip, kami ingin hal itu berakhir. Kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir,” kata Trump saat menjalani tur privat bersama Xi Jinping di Zhongnanhai, Jumat (15/5).
Trump juga menyoroti kondisi Selat Hormuz yang kini menjadi perhatian dunia akibat konflik di Timur Tengah. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi memperburuk stabilitas global sehingga tidak bisa dibiarkan.
“Kami ingin selat (Hormuz) tetap terbuka. Saat ini kami sedang menutupnya. Mereka menutupnya, dan kami menutupnya lagi terhadap mereka. Namun, kami ingin selat itu terbuka, dan kami ingin mereka mengakhiri persoalan ini, karena situasi di sana kacau, agak kacau,” tambah Trump.
Sejalan dengan hal tersebut, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Mike Waltz dalam program The Story di saluran berita Fox News, Sabtu (16/5) menilai China mulai mengambil jarak dari Iran.
Perubahan sikap China terhadap Teheran menjadi salah satu pencapaian paling signifikan dari rangkaian diplomasi yang dilakukan Trump.
Sebagai informasi, China selama ini memegang peranan penting sebagai salah satu mitra dagang terbesar dan sekutu ekonomi utama bagi Iran, terutama dalam pembelian minyak mentah di tengah sanksi barat. Oleh karena hal tersebut, pergeseran sikap oleh China diprediksi meningkatkan tekanan ekonomi dan politik yang sangat besar bagi Iran yang tengah terisolasi.
“China telah menyetujui dua hal setelah bertemu dengan Trump. Tidak ada nuklir dan tidak ada aksi militer di Selat Hormuz,” ujar Mike Waltz.
Presiden Xi Jinping menuturkan China dan AS banyak berdiskusi dan berpeluang memperkuat kerja sama dalam mendorong pembangunan dan kebangkitan masing-masing.
“Kedua negara perlu melaksanakan dengan baik konsensus penting yang telah kita capai, menghargai momentum positif yang tidak mudah diperoleh saat ini, menjaga arah yang tepat, menyingkirkan berbagai gangguan, dan mendorong hubungan kedua negara berkembang secara stabil,” kata Presiden Xi.
Xi Jinping juga menilai kunjungan Trump memiliki makna penting sebagai simbol hubungan baru antara China dan AS, serta membuka ruang koordinasi terkait isu internasional dan regional guna menjaga stabilitas global.
Monika Putri Setiarini – Redaksi

