Wakil Gubernur Rano Karno bersama delegasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pertemuan dengan Wakil Wali Kota Cannes, Thomas Pariente, di Hôtel de Ville de Cannes pada Kamis (14/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Pemprov DKI Jakarta mempelajari strategi Cannes yang selama 79 tahun berhasil menjadi tuan rumah festival film internasional dengan sekitar 45.000 peserta setiap tahunnya. Pertemuan itu menjadi bagian dari upaya Jakarta untuk mengembangkan industri event dan ekonomi kreatif berbasis pariwisata seperti yang diterapkan kota di selatan Prancis tersebut. Rano menilai Jakarta memiliki potensi untuk berkembang menjadi pusat penyelenggaraan event internasional yang mampu menggerakkan ekonomi kota secara signifikan.
Thomas Pariente menjelaskan bahwa Cannes Film Festival yang diselenggarakan oleh The French Association of the International Film Festival di bawah kepemimpinan Iris Knobloch memberikan dampak ekonomi yang sangat besar bagi Cannes. Selama 12 hari penyelenggaraan festival, perputaran ekonomi kota mencapai sekitar 216 juta euro atau setara Rp4,4 triliun.
Pemerintah kota Cannes menyebut festival tersebut sebagai salah satu agenda internasional terbesar di dunia setelah Olimpiade dan FIFA World Cup. Keberhasilan itu menjadikan industri event sebagai salah satu tulang punggung ekonomi kota melalui sektor pariwisata, media, perhotelan, dan industri kreatif.
Selain festival film, Cannes juga rutin menyelenggarakan berbagai agenda internasional lain sepanjang tahun untuk menjaga perputaran ekonomi kota tetap aktif. Pemerintah Cannes memfasilitasi kegiatan tersebut melalui sejumlah venue utama seperti Palais des Festivals et des Congrès yang menjadi pusat penyelenggaraan berbagai acara besar.
Agenda tahunan kota meliputi MIPTV dan MIPCOM untuk industri televisi, festival kapal pesiar, festival musik, hingga konferensi industri internasional. Bahkan festival musik musim panas yang berlangsung selama lima hari setiap Juni mampu menarik sekitar 15.000 pengunjung dan menghasilkan dampak ekonomi hingga 160 juta euro atau sekitar Rp3,2 triliun.
Rano berharap kerja sama antara Jakarta dan Cannes tidak hanya berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi pasar konten kreatif dan pelatihan penyelenggaraan event internasional. Menurutnya, pengalaman Cannes menunjukkan bahwa kota dapat berkembang dan hidup dari industri event apabila dikelola secara konsisten dan profesional.
Ia juga menyoroti keberadaan universitas negeri di Cannes yang menyediakan pendidikan hingga jenjang doktoral di bidang terkait manajemen event dan industri kreatif, sehingga lulusannya memiliki jejaring internasional yang kuat.
Pemprov DKI Jakarta berharap model pengembangan seperti itu dapat diterapkan di Jakarta untuk memperkuat posisi ibu kota sebagai pusat ekonomi kreatif dan pariwisata di kawasan regional.
Alexander Jason – Redaksi

