Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) terus mengantisipasi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dapat terjadi akibat tekanan geopolitik global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, mengatakan kondisi geopolitik dunia saat ini memberi tekanan terhadap perekonomian sejumlah negara, termasuk Indonesia. Hal ini membuat pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk menjaga stabilitas lapangan pekerjaan.
Menurut Afriansyah, pemerintah terus memantau dampak perkembangan global terhadap sektor ketenagakerjaan nasional guna mencegah peningkatan PHK di berbagai sektor industri.
Sebagai langkah konkret, Afriansyah mengatakan pemerintah memperkuat berbagai program ketenagakerjaan. Hal tersebut untuk membantu masyarakat tetap mendapatkan peluang kerja di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Salah satu inisiatif yang direncanakan, yakni memperluas program Magang Nasional dengan meningkatkan kuota peserta dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang pada 2026. Program ini ditujukan untuk membantu lulusan baru memperoleh pengalaman kerja dan meningkatkan keterampilan agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri yang makin kompetitif.
Selain program magang, pemerintah juga membuka pelatihan vokasi nasional bagi lulusan SMA dan SMK melalui balai pelatihan kerja dengan kuota 70 ribu pelatihan.
Afriansyah pun mengajak masyarakat untuk mendaftar berbagai pelatihan tersebut melalui aplikasi SIAPKerja. Para peserta dapat mengikuti program magang dan pelatihan vokasi nasional.
Afriansyah mengatakan, pemerintah yakin penguatan ekonomi rakyat akan menjadi fondasi penting dalam menghadapi tekanan global. Oleh karena itu, pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja akan terus diperluas di berbagai daerah di Indonesia.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi tenaga kerja sekaligus membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

