National World

Dua WNI Kembali Diculik Israel, Total 7 Orang Ditahan dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Israel kembali menangkap dua warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam armada Global Sumud Flotilla (GSF) pembawa bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza. Dengan penangkapan terbaru ini, total tujuh WNI dilaporkan ditahan pasukan Israel.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, membenarkan adanya penambahan jumlah WNI yang ditangkap dalam operasi pencegatan armada tersebut.

“Berdasarkan informasi terkini 19.50 WIB, jumlah WNI yang ditangkap Israel telah bertambah,” ujar Yvonne.

Ia menjelaskan, dari total sembilan WNI yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi GSF 2.0, sebanyak tujuh orang kini telah dilaporkan ditahan otoritas Israel. Kedua WNI yang baru ditangkap Israel adalah Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto dari Dompet Dhuafa, yang berlayar menggunakan Kapal Zefiro. Sementara itu, dua WNI lainnya diketahui masih berada dalam kapal Kasr 1 Sadabat.

Menurut Yvonne, kondisi di lapangan masih sangat dinamis dan dua WNI yang masih berada di kapal tersebut tetap menghadapi risiko intersepsi maupun penangkapan sewaktu-waktu oleh militer Israel.

“Perwakilan RI terkait dalam posisi siaga penuh untuk segera menindaklanjuti setiap perkembangan di lapangan,” ujar dia.

Kementerian Luar Negeri bersama perwakilan RI terkait terus melakukan pemantauan, verifikasi posisi serta kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah perlindungan yang diperlukan.

Sebelumnya, pasukan Israel mencegat armada GSF di perairan internasional pada Senin (18/5) pagi. Dalam operasi tersebut, ratusan relawan ditahan, termasuk lima WNI yang ikut dalam pelayaran kemanusiaan untuk menembus blokade Gaza.

Lima WNI itu yakni jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, Andre Prasetyo Nugroho jurnalis Tempo TV, Rahendro Herubowo jurnalis iNews, dan Andi Angga Prasadewa aktivis Rumah Zakat. Mereka ditangkap pasukan Israel dalam pelayaran Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). GPCI merupakan wadah atau delegasi nasional dari Indonesia yang tergabung dalam inisiasi GSF.

Situs web GSF yang melacak lokasi armada tersebut menunjukkan beberapa kapal dicegat di sebelah barat Siprus.

GSF lantas mendesak pemerintah dunia harus bertindak sekarang demi menghentikan tindakan ilegal atau pembajakan yang bertujuan untuk mempertahankan pengepungan genosida Israel di Gaza.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...