Kapal tanker minyak milik Korea Selatan dilaporkan tengah melintasi Selat Hormuz, jalur perdagangan energi global yang saat ini masih berada dalam situasi krisis akibat konflik di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, menyampaikan bahwa kapal tanker negaranya sedang berada di kawasan tersebut.
“Saat ini, kapal tanker minyak kami sedang melewati Selat Hormuz,” ujar Cho Hyun kepada anggota parlemen di Majelis Nasional Seoul, Rabu (20/5), seperti dikutip AFP.
Berdasarkan data pelacakan MarineTraffic, kapal tanker berbendera Korea Selatan, Universal Win, terpantau berada di sisi timur Selat Hormuz, dekat pintu masuk Teluk Oman. Kapal tersebut diketahui berlayar menuju Ulsan, Korea Selatan, setelah bertolak dari pelabuhan Mina Al Ahmadi di Kuwait.
Pelintasan kapal tanker Korea Selatan ini terjadi beberapa pekan setelah kapal yang dioperasikan negara tersebut dilaporkan terkena hantaman benda-benda di sekitar Selat Hormuz. Insiden itu memicu kekhawatiran baru terkait keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan tersebut.
Sebelumnya, kapal-kapal dari China dan Malaysia juga dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz.
Media lokal Iran menyebut izin pelayaran bagi kapal China diberikan setelah adanya permintaan dari Beijing. Pelintasan dilakukan usai tercapainya “kesepahaman mengenai protokol pengelolaan Iran”.
Sejumlah kapal Malaysia juga diketahui berhasil melewati jalur tersebut. Malaysia dan China selama ini memiliki hubungan yang cukup baik dengan Iran. Kuala Lumpur bahkan secara terbuka mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Konflik tersebut terus mengguncang kawasan Timur Tengah hingga kini. Iran merespons serangan itu dengan melancarkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) kemudian menutup Selat Hormuz sebagai bentuk tekanan terhadap AS dan Israel. Situasi di jalur pelayaran strategis itu semakin memanas setelah Washington turut memblokade kapal-kapal yang menuju maupun keluar dari pelabuhan Iran.
Akbari Danico – Redaksi

