National

Prabowo Sebut Indonesia Dihormati Negara Lain di Tengah Krisis

Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan saat ini negara-negara dunia sangat menghormati Indonesia. Hal itu ia sampaikan pada saat rapat paripurna di DPR. Bahkan, sejumlah negara seperti Australia, Brasil, hingga Filipina meminta bantuan ke Indonesia.

“Mereka sekarang banyak negara minta bantuan ke kita. Mereka minta bantuan pupuk ke kita karena produksi pupuk kita lebih.” kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan di tengah krisis global yang membuat negara lain panik, Indonesia tetap tenang. Ia meyakini hal ini karena Indonesia memiliki kemampuan.

Prabowo menyebut sejumlah pakar internasional memprediksi Indonesia bakal jadi negara ekonomi terbesar kelima atau keempat di tahun 2045. Berpotensi menyalip India, Inggris, Prancis, dan Italia yang pada tahun 2025 secara berturut-turut menduduki peringkat 5, 6, 7, dan 8. Namun, Prabowo menegaskan segala hal yang ia sebutkan jangan sampai membuat Indonesia sombong.

“Memang masih ada banyak kekurangan, dan saya orang yang selalu mengajak, ayo kita berani menghadapi kekurangan kita. Kita berani menghadapi kesulitan, kita berani menghadapi tantangan, kita harus bisa atasi penyelewengan di ekonomi kita. Kalau demikian, kita akan tumbuh luar biasa,” tegasnya.

Seperti diketahui, Konflik yang berkecamuk di Timur Tengah telah menciptakan gejolak signifikan dalam rantai pasok global. Salah satu dampak paling terasa adalah terganggunya distribusi energi dan bahan baku penting. Penutupan Selat Hormuz, sebuah choke point maritim krusial, telah membatasi aliran minyak dunia.

Sekitar 20 persen bahan bakar minyak global melewati Selat Hormuz setiap harinya. Gangguan pada jalur ini secara langsung memengaruhi ketersediaan energi. Kondisi ini kemudian berimbas pada sektor industri, terutama produksi pupuk yang sangat bergantung pada minyak dan gas sebagai bahan baku utama.

Jenis pupuk seperti urea, yang esensial bagi pertanian, mengalami kendala produksi. Akibatnya, banyak negara menghadapi potensi krisis pasokan pupuk. Situasi ini mendorong mereka mencari alternatif pasokan dari negara-negara yang memiliki kapasitas produksi memadai.

Muhammad Nuzul Ramadhan – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...