Health World

Pesawat Paris–Detroit Dialihkan ke Kanada akibat Penumpang dari Wilayah Wabah Ebola

Sebuah pesawat rute Paris–Detroit terpaksa dialihkan ke Kanada setelah seorang penumpang yang berasal dari Democratic Republic of the Congo diketahui naik ke pesawat meski seharusnya tidak diizinkan memasuki Amerika Serikat di tengah wabah Ebola yang sedang berlangsung.

Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat atau US Customs and Border Protection (CBP) menyatakan bahwa penumpang tersebut naik ke penerbangan Air France “karena kesalahan”, sehingga pesawat yang awalnya menuju Detroit akhirnya dialihkan ke Montreal, Kanada.

Wabah Ebola yang saat ini melanda wilayah Afrika Tengah dilaporkan telah menyebabkan hampir 140 kematian, dengan lebih dari 600 kasus suspek teridentifikasi di sejumlah negara terdampak.

Pihak berwenang tidak menjelaskan apakah penumpang tersebut menunjukkan gejala Ebola ataupun kapan terakhir kali berada di DR Kongo.

Salah seorang penumpang, Deborah Mistor, mengatakan kepada CBS News bahwa awak kabin mulai mengenakan masker setelah kapten mengumumkan pengalihan penerbangan. Menurutnya, penumpang baru diberi tahu sekitar empat jam sebelum pesawat dijadwalkan mendarat di Detroit.

Ia mengatakan kapten kemudian menjelaskan bahwa pesawat tidak mengalami masalah teknis, melainkan murni karena otoritas Amerika Serikat tidak mengizinkan penerbangan tersebut mendarat di wilayah AS.

Setelah tiba di Montreal, para penumpang akhirnya diterbangkan kembali ke Detroit menggunakan pesawat yang sama.

Air France membenarkan bahwa pengalihan penerbangan dilakukan atas permintaan otoritas AS setelah seorang penumpang asal Kongo ditolak masuk ke Amerika Serikat.

Sementara itu, US Customs and Border Protection menyebut pihaknya mengambil “langkah tegas” untuk mencegah pesawat mendarat di Detroit Metropolitan Wayne County Airport. Pesawat tersebut akhirnya dialihkan sekitar 800 kilometer ke Montreal. Saat ini, Amerika Serikat memberlakukan pembatasan masuk bagi warga non-AS yang dalam tiga minggu terakhir berada di DR Kongo, South Sudan, atau Uganda.

Sementara itu, warga negara AS dan pemegang izin tinggal tetap yang baru bepergian dari negara-negara tersebut hanya diperbolehkan masuk melalui Bandara Internasional Washington-Dulles di Virginia untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tambahan.

Wabah Ebola saat ini sendiri telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan global oleh World Health Organization (WHO).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan risiko penyebaran Ebola ke AS masih tergolong rendah, namun pemerintah tetap memperketat langkah pencegahan untuk menghindari masuknya virus ke dalam negeri.

Sejauh ini, satu warga Amerika dilaporkan positif Ebola. Orang tersebut merupakan seorang dokter yang bekerja bersama kelompok misionaris medis di DR Kongo dan kini menjalani perawatan di ruang isolasi khusus di sebuah rumah sakit di Jerman.

WHO sebelumnya menyatakan bahwa jenis virus Bundibugyo yang menyebabkan wabah saat ini belum memiliki vaksin. Organisasi itu memperkirakan proses pengembangan vaksin dapat memakan waktu hingga sembilan bulan.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...