Warga di sejumlah kawasan di Tangerang sempat digegerkan oleh isu teror kemunculan sosok “pocong” yang beredar luas melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Kabar tersebut memicu kepanikan di tengah masyarakat, terutama pada malam hari, hingga membuat beberapa lingkungan meningkatkan kegiatan ronda malam untuk menjaga keamanan.
Isu mistis itu dengan cepat menyebar dan menimbulkan keresahan di kalangan warga yang khawatir dengan situasi di sekitar permukiman mereka.
Menanggapi kondisi tersebut, aparat kepolisian segera turun ke lapangan untuk melakukan klarifikasi dan memastikan situasi tetap terkendali. Polisi meminta masyarakat agar tidak mudah percaya maupun terprovokasi oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya. Aparat menduga isu teror pocong tersebut sengaja disebarkan oleh pihak tertentu untuk menciptakan keresahan atau bahkan memanfaatkan situasi demi melakukan tindak kriminal ketika lingkungan warga sedang tidak kondusif.
Sebagai langkah antisipasi, patroli malam di wilayah Tangerang kini diperketat dengan melibatkan unsur kepolisian, TNI, serta tokoh masyarakat setempat. Petugas juga aktif memberikan edukasi kepada warga agar lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media digital dan tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Polisi menegaskan bahwa penyebaran berita bohong atau hoaks yang menimbulkan keonaran dapat dikenakan sanksi hukum sesuai peraturan yang berlaku.
Seiring meningkatnya pengawasan dan kehadiran aparat keamanan di lapangan, situasi di wilayah yang sebelumnya diramaikan isu teror pocong dilaporkan mulai kembali kondusif. Tokoh agama dan pengurus lingkungan turut mengimbau warga untuk tetap tenang serta menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
Kepolisian juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan oknum mencurigakan yang sengaja menggunakan atribut tertentu untuk menakut-nakuti warga dan mengganggu ketertiban umum.
Alexander Jason – Redaksi

