Business National

Danantara Pertimbangkan Penutupan PT INTI Bandung

Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan pihaknya akan menutup BUMN PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) yang berlokasi di Bandung. Menurutnya, PT INTI saat ini menghadapi persoalan serius akibat model pengelolaan BUMN yang selama ini berjalan sendiri-sendiri tanpa sistem terintegrasi.

“Kalau di Bandung itu ada PT INTI yang sangat terkenal, sekarang menghadapi persoalan, mungkin akan kita tutup juga,” ujar Dony.

Ia menilai pola pengelolaan lama membuat BUMN sehat tidak memiliki ruang untuk menopang perusahaan negara yang sedang mengalami tekanan bisnis. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu penyebab sejumlah BUMN besar kehilangan daya saing.

PT INTI (Persero) atau PT Industri Telekomunikasi Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang produksi peralatan telekomunikasi dan teknologi. Perusahaan pelat merah ini didirikan pada 30 Desember 1974 dan pernah menjadi pemain utama infrastruktur telekomunikasi nasional.

Pada periode 1985 hingga 1998, PT INTI ditunjuk pemerintah sebagai pemasok tunggal Sentral Telepon Digital Indonesia (STDI) dan memimpin sekitar 60 persen pangsa pasar infrastruktur telekomunikasi nasional.

Selain PT INTI, Dony juga menyinggung beberapa BUMN lain yang pernah mengalami tekanan bisnis, seperti PT Jakarta Lloyd (Persero) dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Menurutnya, sebelum adanya Danantara, laba dari BUMN besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk tidak dapat digunakan untuk membantu perusahaan negara lainnya.

“Labanya BRI, Bank Mandiri dan lainnya tidak bisa dipergunakan untuk membantu perusahaan yang lain,” ujarnya.

Oleh Karena itu, pemerintah kini mengonsolidasikan BUMN melalui Danantara yang disebut sebagai sovereign wealth fund berbasis perusahaan negara atau state-owned enterprise based sovereign wealth fund.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...