World

Rusia Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Ukraina, Ratusan Drone Dikerahkan

Rusia melancarkan gelombang serangan besar-besaran ke Ukraina pada Sabtu (23/5) malam dengan menembakkan ratusan drone dan puluhan rudal ke sejumlah wilayah.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan Kyiv menjadi target utama serangan, meski beberapa wilayah lain juga turut dihantam. Sedikitnya empat orang tewas dan sekitar 100 lainnya terluka akibat serangan tersebut.

Ledakan terdengar sepanjang malam di ibu kota Ukraina. Puluhan bangunan tempat tinggal, sekolah, gedung opera, hingga museum dilaporkan mengalami kerusakan.

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan itu menggunakan rudal hipersonik Oreshnik dan disebut sebagai balasan atas serangan Ukraina terhadap infrastruktur sipil Rusia. Namun militer Ukraina membantah menargetkan warga sipil.

Pada Senin (25/5) dini hari, wilayah Belgorod di Rusia yang berbatasan dengan Ukraina juga dilaporkan mengalami kerusakan infrastruktur energi akibat serangan rudal. Gangguan itu menyebabkan pasokan listrik dan air sempat terputus.

Wilayah Yaroslavl di timur laut Moskow juga disebut menjadi sasaran serangan drone, menurut pejabat setempat.

Konflik Rusia-Ukraina terus berlangsung sejak Presiden Rusia, Vladimir Putin, melancarkan invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022.

Putin sebelumnya menuduh Ukraina menyerang asrama mahasiswa di kota Starobilsk pada Jumat, yang menurut pejabat Rusia menewaskan 21 orang. Ukraina mengakui melakukan serangan di wilayah pendudukan Rusia tersebut, namun menyatakan targetnya adalah unit drone elite militer Rusia.

Para pemimpin Eropa mengecam serangan Rusia terbaru itu. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, mengutuk penggunaan rudal Oreshnik yang dilaporkan mampu melaju lebih dari 10 kali kecepatan suara dan dapat membawa hulu ledak konvensional maupun nuklir.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menyebut penggunaan rudal tersebut sebagai “taktik intimidasi politik dan tindakan berbahaya yang mendekati brinkmanship nuklir”.

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, juga mengecam “pemandangan mengerikan” di Kyiv dan berjanji akan terus meningkatkan tekanan terhadap Rusia.

Angkatan Udara Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan sekitar 90 rudal dan 600 drone sejak Sabtu malam. Sebagian besar di antaranya diklaim berhasil ditembak jatuh atau dicegat, meski sejumlah serangan tetap menghantam puluhan lokasi.

Volodymyr Zelensky mengatakan 69 orang terluka di Kyiv saja, sementara Museum Chornobyl di ibu kota disebut “hancur secara efektif” akibat serangan tersebut.

Menteri Dalam Negeri Ukraina, Ihor Klymenko, menyebut serangan terhadap museum itu sebagai “serangan yang disengaja terhadap sejarah, ingatan, dan kebenaran”.

Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, mengatakan dua orang tewas di ibu kota setelah sebuah gedung apartemen sembilan lantai terkena serangan dan terbakar.

Selain Kyiv, wilayah Cherkasy, Kharkiv, Odesa, Poltava, Sumy, dan Zhytomyr juga dilaporkan menjadi sasaran serangan Rusia.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...