Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana, menegaskan Indonesia tetap berupaya menjaga posisi sebagai destinasi dan mitra bisnis pariwisata yang kredibel di tengah tekanan geopolitik global dan inflasi dunia.
Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata pun menyiapkan lima strategi utama untuk menjaga target devisa sektor pariwisata sekaligus menghadapi dampak kenaikan harga tiket pesawat dan pembatalan sejumlah penerbangan internasional, khususnya dari kawasan Timur Tengah.
Saat membuka Bali Beyond Travel Fair (BBTF) ke-12 di Nusa Dua, Bali, Widiyanti mengatakan kondisi industri pariwisata global saat ini memang sedang menghadapi tantangan berat. Meski demikian, ia memastikan sektor pariwisata Bali dan Indonesia masih tetap stabil dan tangguh.
Pemerintah sebelumnya menargetkan wisatawan dari Eropa dan Timur Tengah, namun strategi promosi kini mulai dialihkan ke pasar yang lebih dekat seperti Asia Tenggara, Asia Timur, dan India akibat gangguan penerbangan dan meningkatnya biaya perjalanan internasional.
Dalam menghadapi situasi tersebut, pemerintah menyiapkan lima strategi utama, yakni diversifikasi pasar wisatawan ke kawasan yang lebih stabil, memperkuat wisatawan nusantara, membidik wisatawan berkualitas dengan daya belanja tinggi, meningkatkan jaminan keselamatan dan kenyamanan wisatawan, serta memperluas promosi tematik ke negara-negara yang tidak terdampak konflik geopolitik. Strategi tersebut dinilai mulai menunjukkan hasil positif melalui penyelenggaraan BBTF 2026 yang berhasil menghadirkan lebih dari 407 buyer dan operator tur dari 44 negara.
Ketua BBTF 2026, I Putu Winastra, menyebut capaian tersebut menjadi bukti tingginya kepercayaan pasar internasional terhadap pariwisata Indonesia di tengah perubahan pola perjalanan global. Menurutnya, BBTF kini berkembang tidak hanya sebagai ajang transaksi bisnis pariwisata, tetapi juga ruang membangun kemitraan jangka panjang yang kompetitif dan berdampak luas bagi ekonomi daerah.
Tahun ini, BBTF mengusung tema gastronomi sebagai diplomasi budaya dan menerapkan konsep multi-destinasi dengan melibatkan DKI Jakarta serta sejumlah destinasi lain seperti Lombok, Kepulauan Seribu, dan desa wisata di Bali melalui program post-tour.
Alexander Jason – Redaksi

