Regional

Penanganan Pascakebakaran Krendang: Kebutuhan Pokok dan Fasilitas Pengungsi Terpenuhi

Pemerintah Kecamatan Tambora telah menyiapkan tiga lokasi pengungsian bagi sekitar 200 warga dari 50 kepala keluarga yang terdampak kebakaran di permukiman padat penduduk Jalan Krendang Barat Gang 4, Kelurahan Krendang, Jakarta Barat.

Selain menyediakan tempat penampungan sementara, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan seperti makanan siap saji, perlengkapan kebersihan, dan layanan kesehatan bagi para korban. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Pemerintah setempat terus melakukan pendataan dan koordinasi guna mempercepat proses penanganan pascakebakaran.

Camat Tambora, Pangestu Aji, mengatakan data awal menunjukkan sebanyak 50 keluarga atau sekitar 200 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa tersebut. Para korban saat ini ditampung di Musala Al-Hikmah, Musala Al-Karomah, serta tenda darurat yang didirikan di dekat lokasi kebakaran.

Menurutnya, sekitar 85 persen korban merupakan penyewa atau warga nonpermanen sehingga sebagian memilih sementara waktu tinggal bersama kerabat. Kondisi tersebut membuat jumlah penghuni di lokasi pengungsian tidak sebanyak total warga yang terdampak.

Pemerintah juga berkoordinasi dengan Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat untuk membantu penggantian dokumen penting yang hilang atau rusak akibat kebakaran. Upaya ini dilakukan agar warga dapat segera kembali mengurus berbagai kebutuhan administrasi yang terganggu setelah kejadian.

Selain memberikan bantuan langsung, pemerintah berupaya memastikan proses pemulihan berjalan lebih cepat dan tidak menghambat aktivitas warga dalam jangka panjang. Pendampingan administratif dinilai menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana di kawasan perkotaan.

Setelah kebakaran tersebut, Kecamatan Tambora berencana meningkatkan sosialisasi dan pengawasan terkait potensi bahaya kebakaran di lingkungan permukiman padat. Pemerintah juga akan bekerja sama dengan perusahaan listrik negara dan kepolisian untuk menindak sambungan listrik ilegal serta memantau instalasi listrik yang berpotensi membahayakan warga.

Masa tanggap darurat ditetapkan hingga Senin dan akan dievaluasi kembali sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Kebakaran yang terjadi pada Kamis malam itu menghanguskan 27 rumah di beberapa wilayah RT di Kelurahan Krendang, sementara penyebab pasti kejadian masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...