Generasi muda yang tergabung dalam Ekspedisi Sang Abdi #11 di Pulau Bawean mendapatkan ruang pembelajaran langsung untuk memahami sektor pariwisata berkelanjutan.
Melalui inisiatif dari UKP Pariwisata dalam gerakan Unlock Indonesia yang berkolaborasi dengan Amtara, para peserta terlibat aktif dalam eksplorasi sosial dan observasi lapangan. Program tersebut dirancang agar pemuda tidak hanya menjadi pengamat, melainkan penggerak yang mampu mengidentifikasi peluang daerah secara nyata.
Dari hasil pengamatan di lapangan, Pulau Bawean dinilai memiliki potensi luar biasa pada sektor wisata bahari dan ekowisata berbasis masyarakat. Namun, para peserta juga menemukan berbagai tantangan klasik seperti manajemen sampah yang terbatas, aksesibilitas yang belum optimal, serta kelembagaan pariwisata yang belum terintegrasi. Pengalaman langsung tersebut memberikan perspektif baru bahwa keberhasilan sebuah destinasi sangat bergantung pada kesiapan sistem pendukungnya.
Meskipun menghadapi sejumlah kendala infrastruktur, kesadaran masyarakat lokal dilaporkan mulai tumbuh melalui inisiatif konservasi dan edukasi berbasis komunitas.
Gerakan Unlock Indonesia sendiri bertujuan mengajak generasi muda untuk datang, memahami, dan mengubah potensi tersembunyi di berbagai daerah menjadi kekuatan ekonomi yang berdampak bagi warga setempat. Kolaborasi antara pemuda dan warga lokal tersebut diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan pariwisata yang inklusif.
Melalui refleksi dari kegiatan tersebut, generasi muda diharapkan dapat terus mendorong inovasi dan kolaborasi demi kemajuan pariwisata nasional. Keterlibatan aktif tersebut menjadi modal penting untuk menciptakan solusi kreatif atas masalah lingkungan dan tata kelola di daerah wisata. Dengan demikian, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi agenda perjalanan biasa, melainkan langkah awal dalam membangun ekosistem pariwisata yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Zahra Rahmanda Oktafiani – Redaksi

