Sedikitnya tujuh orang tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka setelah sebuah drone menghantam bus penumpang di wilayah Donetsk yang dikuasai Rusia pada Rabu (3/5) dini hari. Informasi tersebut disampaikan oleh pemimpin wilayah Donetsk yang ditunjuk Kremlin, Denis Pushilin.
Menurut Pushilin, bus yang melayani rute Moskow-Simferopol di Crimea itu diserang saat melintas di kawasan Yenakiyevo. Ia menyebut seluruh korban merupakan warga sipil, sementara para korban luka saat ini tengah menjalani perawatan medis.
Di waktu yang hampir bersamaan, asap hitam terlihat membumbung di langit St. Petersburg. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi bahwa terminal minyak di kota tersebut menjadi sasaran serangan drone Ukraina.
Serangan itu terjadi ketika St. Petersburg sedang menjadi tuan rumah Forum Ekonomi Internasional tahunan, sebuah ajang penting yang selama ini digunakan Rusia untuk menarik investasi dan menunjukkan kekuatan ekonominya kepada dunia.
Otoritas Rusia menyatakan berhasil menembak jatuh sekitar 350 drone Ukraina dalam semalam. Drone-drone tersebut dilaporkan menyerang sejumlah wilayah, termasuk Belgorod, Kursk, kawasan dekat Moskow, Laut Azov, hingga wilayah Leningrad yang mencakup St. Petersburg.
Gubernur Leningrad Alexander Drozdenko mengatakan lebih dari 50 drone berhasil dihancurkan di wilayahnya. Akibat serangan tersebut, Bandara Pulkovo sempat memberlakukan pembatasan penerbangan sementara demi alasan keamanan.
Melalui unggahan di media sosial, Zelensky menyebut serangan terhadap sejumlah fasilitas penting di Rusia sebagai bentuk “sanksi jarak jauh”. Selain St. Petersburg, Ukraina juga mengklaim menyerang target-target militer di wilayah Tambov.
Sementara itu di Ukraina, seorang perempuan berusia 86 tahun dilaporkan tewas akibat serangan drone Rusia di wilayah Kherson. Menurut otoritas setempat, serangan tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan yang lebih luas pada malam hari.
Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia meluncurkan 198 drone ke berbagai wilayah negara itu, dengan 189 di antaranya berhasil ditembak jatuh.
Serangan terbaru ini terjadi sehari setelah Rusia melancarkan salah satu gelombang serangan terbesar sejak invasi penuh ke Ukraina dimulai pada 2022. Lebih dari 700 rudal dan drone dilaporkan diluncurkan ke berbagai kota di Ukraina, menewaskan sedikitnya 22 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan operasi tersebut dilakukan sebagai balasan atas serangan Ukraina sebelumnya dan mengklaim seluruh target yang ditetapkan berhasil dihantam. Kremlin juga menegaskan bahwa serangan-serangan serupa akan terus berlanjut setelah Moskow menuduh Kyiv bertanggung jawab atas serangan mematikan terhadap asrama mahasiswa di wilayah Ukraina timur yang diduduki Rusia pada akhir Mei lalu.
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menegaskan bahwa Rusia akan melanjutkan apa yang disebutnya sebagai “serangan sistematis”, dengan sasaran utama infrastruktur militer Ukraina.
Akbari Danico – Redaksi

