Metropolitan

Pramono Anung Pastikan Fasilitas JPO Senen Sudah Layak dan Bisa Dimanfaatkan Warga

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, memastikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Senen kini telah kembali beroperasi setelah sebelumnya tidak difungsikan sejak proses renovasi halte pada 2025.

Menurut Pramono, penutupan yang berlangsung cukup lama tersebut disebabkan oleh persoalan administrasi dan miskomunikasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pemerintah pusat, khususnya Ministry of Public Works of Indonesia.

Ia menyatakan telah memerintahkan agar fasilitas tersebut kembali digunakan secara penuh untuk melayani masyarakat. Saat ini, JPO tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh pengguna transportasi umum dan pejalan kaki.

Pramono menjelaskan bahwa saat renovasi kawasan halte dilakukan dalam program Jaga Jakarta, pemerintah pusat turut memberikan dukungan melalui Kementerian Pekerjaan Umum. Namun, adanya persoalan administrasi menyebabkan operasional JPO tertunda meskipun proses renovasi telah selesai.

Ia menegaskan bahwa masalah tersebut kini telah diselesaikan sehingga tidak ada lagi hambatan untuk mengoperasikan fasilitas tersebut. Pemerintah daerah berharap keberadaan JPO kembali mempermudah mobilitas warga.

Sebelumnya, pada September 2025, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menyatakan pemerintah pusat akan menanggung biaya perbaikan JPO dan halte Transjakarta di Senen serta kawasan Polda Metro Jaya. Pendanaan renovasi tersebut berasal dari anggaran darurat yang telah disiapkan pemerintah untuk memperbaiki berbagai fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat rangkaian aksi unjuk rasa di sejumlah daerah. Saat itu, pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp900 miliar untuk mendukung percepatan perbaikan infrastruktur yang terdampak di berbagai wilayah Indonesia.

Sebelum kembali dibuka, penutupan JPO Senen sempat menuai keluhan dari masyarakat, khususnya pengguna Transjakarta yang merasa kesulitan melakukan transit. Keluhan tersebut ramai disampaikan melalui media sosial dan mendapat perhatian luas dari publik. Banyak pengguna menilai tidak berfungsinya JPO mengurangi kenyamanan serta efisiensi perjalanan di salah satu titik transportasi penting Jakarta. Dengan dibukanya kembali fasilitas tersebut, pemerintah berharap kebutuhan mobilitas masyarakat dapat terlayani dengan lebih baik dan aman.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...