National

Menkeu Purbaya: Defisit APBN 0,70 Persen Bukti Ketahanan Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga meskipun perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian dan meningkatnya tensi geopolitik di sejumlah kawasan.

Dalam konferensi pers APBN KiTA yang digelar Jumat (5/6/2026), Purbaya menegaskan bahwa fondasi ekonomi domestik tetap solid dengan realisasi anggaran yang menunjukkan tren sangat positif hingga akhir Mei 2026.

Purbaya memaparkan, pengelolaan pembiayaan anggaran saat ini dilakukan secara prudent (hati-hati), efisien, dan fleksibel guna merespons dinamika pasar keuangan global yang fluktuatif. Menurut dia, langkah tersebut membuat realisasi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada dalam jalur yang telah dirancang pada APBN 2026.

Secara angka, defisit APBN hingga akhir Mei 2026 tercatat mengalami kenaikan tipis menjadi Rp180,4 triliun atau setara dengan 0,70% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini merayap sedikit dibanding realisasi akhir April 2026 yang berada di angka Rp164,4 triliun (0,64% dari PDB). Meskipun ada kenaikan, Menkeu meminta masyarakat tidak perlu cemas jika membandingkannya dengan standar global.

Dari sisi pendapatan, negara telah mengumpulkan penerimaan sebesar Rp1.185 triliun hingga akhir Mei 2026. Adapun realisasi belanja negara mencapai Rp1.365,4 triliun. Di tengah realisasi belanja yang terus berjalan, APBN masih mencatatkan surplus keseimbangan primer sebesar Rp58,6 triliun. Keseimbangan primer merupakan selisih antara pendapatan negara dan belanja negara di luar pembayaran bunga utang.

Menurut Purbaya, surplus keseimbangan primer tersebut menunjukkan bahwa kondisi fiskal pemerintah masih berada pada level yang sehat dan berkelanjutan.

Pemerintah berharap kinerja APBN yang tetap terjaga dapat menjadi penopang stabilitas ekonomi nasional sekaligus menjaga momentum pertumbuhan di tengah tantangan global yang masih berlangsung.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...