Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan skybridge Rumah Sakit Bunda di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan dengan menghubungkan RSIA Bunda Jakarta dan RSU Bunda Jakarta dalam satu ekosistem pelayanan yang lebih terintegrasi.
Kehadiran skybridge diharapkan dapat mempercepat mobilitas pasien, tenaga medis, serta tenaga pendukung sekaligus meningkatkan keselamatan dan efisiensi operasional rumah sakit.
Pramono menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendukung pembangunan fasilitas tersebut karena dinilai memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan layanan kesehatan di ibu kota. Menurutnya, penguatan sektor kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif pihak swasta yang menyediakan layanan langsung kepada masyarakat. Ia menilai Rumah Sakit Bunda telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pelayanan kesehatan, khususnya di kawasan Jakarta Pusat.
Lebih lanjut, Pramono menekankan bahwa integrasi antara kedua fasilitas rumah sakit akan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih cepat, aman, dan berkualitas. Dengan adanya konektivitas yang lebih baik, proses rujukan pasien, pemeriksaan, hingga tindakan medis antar fasilitas dapat dilakukan secara lebih efisien. Ia juga menyebut Rumah Sakit Bunda memiliki nilai historis dan emosional bagi banyak warga Jakarta, sehingga peningkatan fasilitas diharapkan turut meningkatkan kenyamanan pasien dan keluarga mereka.
Sementara itu, Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk., Ivan Rizal Sini, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemprov DKI Jakarta terhadap proyek tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan skybridge dirancang dengan mengutamakan keselamatan pasien serta kebutuhan akan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi. Menurutnya, fasilitas penghubung ini akan membantu rumah sakit memberikan pelayanan yang lebih aman, cepat, dan efektif dengan standar keselamatan yang optimal.
Alexander Jason – Redaksi

