Brasil gagal mengawali perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan kemenangan setelah ditahan imbang Maroko 1-1 dalam laga fase grup yang berlangsung sengit.
Maroko berhasil mengejutkan salah satu favorit juara dengan membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-21. Ismael Saibari sukses memanfaatkan peluang yang didapat untuk membawa timnya unggul 1-0.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Brasil merespons dengan cepat melalui Vinicius Junior yang mencetak gol penyeimbang pada menit ke-32. Skor 1-1 pun bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Brasil lebih banyak menguasai jalannya pertandingan dan berusaha mencari gol kemenangan. Akan tetapi, disiplin pertahanan Maroko serta penampilan impresif para pemain mudanya membuat Selecao kesulitan menciptakan peluang bersih.
Salah satu sosok yang paling mencuri perhatian dalam laga ini adalah gelandang bertahan berusia 18 tahun milik Lille, Ayyoub Bouaddi. Wonderkid Maroko tersebut tampil luar biasa dalam mengontrol lini tengah dan menjadi salah satu faktor utama keberhasilan timnya meredam permainan Brasil.
Bouaddi membukukan akurasi umpan mencapai 91 persen dengan 60 umpan sukses, memenangkan 9 dari 13 duel darat, mencatatkan 6 recovery bola, 4 tekel, serta 6 kontribusi defensif. Ia juga berhasil menyelesaikan 3 dari 5 percobaan dribel dan mencatatkan total 86 sentuhan sepanjang pertandingan.
Performa matang yang ditunjukkan Bouaddi membuatnya tampil seperti pemain yang jauh lebih berpengalaman dari usianya. Di tengah tekanan menghadapi Brasil, gelandang muda tersebut mampu menjaga tempo permainan sekaligus menjadi penghubung penting antara lini pertahanan dan serangan Maroko.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Hasil imbang 1-1 membuat kedua tim harus puas berbagi satu poin, sementara penampilan Ayyoub Bouaddi menjadi salah satu cerita terbesar dari pertandingan tersebut dan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu talenta muda paling menjanjikan di sepak bola dunia.
Akbari Danico – Redaksi

