Komunitas perfilman Indonesia kembali mendapat undangan dari Rusia untuk berpartisipasi dalam ajang Open Eurasian Film Award “Diamond Butterfly” yang akan digelar untuk kedua kalinya tahun ini.
Dikutip dari siaran pers Russian Cultural Foundation, Kamis (18/6), ajang tersebut membuka peluang bagi sineas Indonesia untuk memperluas jejaring internasional sekaligus mempromosikan karya mereka kepada komunitas perfilman global.
“Bagi insan perfilman Indonesia, ajang ini menjadi kesempatan untuk kembali berkiprah di panggung perfilman internasional, memperkenalkan karya film kepada khalayak yang lebih luas, memperluas jejaring kerja sama, serta turut mengambil bagian dalam dialog mengenai perkembangan dan masa depan perfilman,” demikian keterangan tulis Russian Cultural Foundation.
Adapun Open Eurasian Film Award “Diamond Butterfly” digagas oleh sineas Rusia Nikita Mikhalkov dan diprakarsai oleh Kementerian Kebudayaan Federasi Rusia bersama Russian Cultural Foundation.
Penghargaan tersebut bertujuan untuk menegaskan kembali peran sinema sebagai medium yang mengangkat nilai-nilai kemanusiaan universal sekaligus menjaga warisan budaya dan sejarah bangsa.
Russian Cultural Foundation menyampaikan bahwa penyelenggaraan Open Eurasian Film Award “Diamond Butterfly” tahun ini merupakan edisi kedua setelah pertama kali digelar pada 27 November 2025 di Moskow.
Pada tahun lalu, sebanyak 34 film dari 17 negara mengikuti ajang tersebut. Indonesia diwakili oleh dua film, yakni Lost in Ningxia dan Komang. Bahkan, film Komang yang disutradarai Naya Anindita berhasil masuk nominasi kategori Komposer Terbaik.
Selain itu, sutradara Indonesia Tunggadevi Amara Wijaya juga pernah berpartisipasi dalam sesi kreatif bertajuk Creativity Unites yang diselenggarakan oleh Russian Cultural Foundation.
Program yang berkolaborasi dengan proyek pendidikan internasional Innopraktika School tersebut mempertemukan 10 sineas muda dari delapan negara di Akademi Seni Sinematografi dan Teater Nikita Mikhalkov.
“Melalui program tersebut, para peserta menghasilkan sejumlah film pendek di bawah bimbingan para tokoh perfilman Rusia,” lanjut Russian Cultural Foundation.
Tahun ini, Open Eurasian Film Award “Diamond Butterfly” akan kembali digelar di Moskow. Pemenang kategori Film Terbaik akan menerima berlian Yakutia senilai USD 1 juta.
Sementara itu, para pemenang kategori Sutradara Terbaik, Skenario Terbaik, Sinematografi Terbaik, Penata Musik Terbaik, Aktor Terbaik, Aktris Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, Aktris Pendukung Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Film Non-Eurasia Terbaik, serta Penghargaan Dedikasi Luar Biasa bagi Perfilman juga akan menerima berlian Yakutia senilai USD 250.000.
Di samping itu, para pemenang tidak hanya akan menerima berlian Yakutia sebagai hadiah, tetapi juga trofi berbentuk kupu-kupu berlian yang dirancang oleh seniman ternama Rusia, Yuri Kuper.
“Musim baru penghargaan ini membuka peluang bagi Indonesia untuk semakin memperkuat kehadirannya di kancah perfilman internasional serta memperluas partisipasinya dalam Open Eurasian Film Award ‘Diamond Butterfly’,” demikian bunyi keterangan resmi Russian Cultural Foundation.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

