World

Laporan Pasar Komoditas: Harga Minyak Dunia Merosot ke Level Terendah Sejak Periode Perang Iran

Harga minyak dunia turun lebih dari satu persen pada perdagangan Kamis (18/6) dan mencapai level terendah sejak pecahnya konflik Iran pada awal Maret 2026. Penurunan ini dipicu oleh tercapainya kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang membuka peluang berakhirnya konflik serta meningkatkan optimisme terhadap stabilitas pasokan energi global.

Minyak mentah Brent tercatat turun US$1,02 atau 1,28 persen menjadi US$78,53 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah US$1,48 atau 1,93 persen ke level US$75,31 per barel. Harga Brent berada di posisi terendah sejak 2 Maret 2026, sedangkan WTI menyentuh level terendah sejak 4 Maret 2026.

Menurut analis pasar IG, Tony Sycamore, pelaku pasar kini memperhitungkan kemungkinan kembalinya pasokan minyak Iran lebih cepat dari perkiraan setelah tercapainya nota kesepahaman antara Washington dan Teheran. Sentimen tersebut memicu tekanan jual di pasar energi karena meningkatnya ekspektasi terhadap tambahan pasokan minyak ke pasar global.

Kesepakatan yang terdiri dari 14 poin itu membuka masa negosiasi selama 60 hari dan mencakup komitmen Iran untuk membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz tanpa biaya tambahan. Jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dan gas dunia tersebut ditargetkan kembali beroperasi pada kapasitas penuh dalam 30 hari.

Meski sejumlah isu penting seperti program nuklir Iran masih akan dibahas lebih lanjut, para analis memperkirakan pemulihan distribusi energi akan berlangsung bertahap. Namun, harga minyak diperkirakan tetap ditopang oleh kuatnya permintaan global dan kebutuhan pengisian kembali cadangan energi yang berkurang selama konflik berlangsung.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...