Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat budaya pilah sampah melalui Apel Siaga Pilah Sampah yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Monas, Jakarta Pusat. Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-499 Jakarta ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya guna mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan mempercepat transformasi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Pramono menjelaskan bahwa Jakarta saat ini menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah per hari, sementara TPST Bantargebang telah mendekati kapasitas maksimum dengan timbunan sampah mencapai sekitar 60 meter. Karena itu, Pemprov DKI tidak lagi mengandalkan pendekatan angkut dan buang, melainkan mendorong pengelolaan sampah berbasis pemilahan melalui Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pemilahan dan Pengelolaan Sampah dari Sumber. Program tersebut menargetkan pemilahan sampah organik dan anorganik di rumah tangga, sekolah, perkantoran, pasar, hingga kawasan usaha.
Menurut Pramono, gerakan pilah sampah di Jakarta menunjukkan perkembangan positif dengan munculnya berbagai inovasi masyarakat, seperti budidaya maggot dan pengolahan sampah menjadi pupuk. Ia mengapresiasi partisipasi aktif warga di tingkat RT dan RW serta mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan pemilahan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari menjelang usia Jakarta yang ke-500 tahun.
Sementara itu, Zulkifli Hasan mengapresiasi langkah cepat Pemprov DKI dalam menindaklanjuti arahan Presiden terkait percepatan penanganan sampah nasional. Ia menilai keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada pemilahan antara sampah organik dan anorganik serta keterlibatan seluruh pihak.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov DKI juga memberikan penghargaan kepada RW terbaik di enam wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu atas keberhasilan mereka menerapkan pengelolaan dan pemilahan sampah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.
Alexander Jason – Redaksi

