Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mencanangkan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta. Infrastruktur yang ditargetkan selesai pada akhir 2028 tersebut dirancang untuk memperkuat integrasi transportasi publik sekaligus meningkatkan kenyamanan pejalan kaki di kawasan pusat bisnis ibu kota.
Pedestrian deck ini akan menghubungkan enam moda transportasi utama, yaitu MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, Transjakarta, dan LRT Jakarta. Menurut Pramono, kehadiran fasilitas tersebut akan menciptakan perjalanan yang lebih mulus antarmoda, memangkas waktu tempuh pengguna, serta memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu kota dengan sistem transportasi publik terbaik di Asia Tenggara.
Selain berfungsi sebagai jalur penghubung, pedestrian deck akan membentuk wajah baru kawasan Sudirman–Dukuh Atas yang lebih modern, terintegrasi, dan ramah pejalan kaki. Infrastruktur ini juga dirancang dengan memperhatikan aspek keselamatan, kenyamanan, serta aksesibilitas bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Pemerintah berharap proyek tersebut dapat menghidupkan ruang publik sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.
Pramono menambahkan, pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas akan membuka peluang penggunaan skema pembiayaan kreatif melalui kolaborasi dengan sektor perbankan, BUMD, dan berbagai pemangku kepentingan. Pendekatan ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa bergantung sepenuhnya pada APBD.
Pemerintah menargetkan proyek berjalan tepat waktu dengan tetap mengedepankan kualitas, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat sebagai prioritas utama.
Alexander Jason – Redaksi

