Presiden Prabowo Subianto meminta bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Presiden ingin bank pelat merah tidak hanya mencetak keuntungan, tetapi juga berperan lebih besar dalam menciptakan pemerataan ekonomi.
Menurut Qodari, Presiden Prabowo menekankan sektor perbankan memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi yang manfaatnya harus semakin dirasakan masyarakat luas, terutama UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Qodari menjelaskan, konsep perbankan patriotik yang dimaksud Prabowo adalah bank-bank milik negara tidak semata-mata diukur dari besarnya laba yang diperoleh, melainkan juga dari kontribusinya dalam menciptakan pemerataan ekonomi dan membuka kesempatan usaha yang lebih luas bagi masyarakat.
Oleh karena itu, Prabowo meminta Himbara lebih aktif menjangkau pelaku UMKM dan memperluas penyaluran pembiayaan kepada sektor produktif.
Melalui arahan tersebut, Presiden Prabowo berharap kekuatan ekonomi yang dimiliki negara dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan hingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai informasi, Total kredit yang disalurkan oleh bank-bank Himbara mencapai sekitar Rp3.714 triliun hingga Juni 2025.
Namun, CEO Danantara Rosan Roeslani pernah menyatakan bahwa dalam periode setahun terakhir (2025–2026), penyaluran kredit perbankan kepada masyarakat, termasuk UMKM, tumbuh rata-rata sekitar 15 persen.
Kemudian, dalam diskusi publik yang mengemuka setelah arahan Presiden Prabowo kepada Himbara, disebutkan bahwa proporsi kredit UMKM antarbank Himbara masih bervariasi yakni BRI sekitar 81,97 persen, Bank Mandiri sekitar 20–22 persen, BNI sekitar 20–22 persen dan BTN sekitar 13–15 persen.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

