Metropolitan

Pramono Optimistis Target Cakupan Air Bersih 100 Persen Tuntas 2029

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa cakupan layanan air bersih di Jakarta saat ini telah mencapai 82 persen atau sekitar 8,9 juta jiwa. Ia pun mengapresiasi kinerja jajaran PAM Jaya dalam meningkatkan layanan air perpipaan dan mengurangi penggunaan air tanah. Dengan capaian tersebut, Pramono optimistis target 100 persen cakupan layanan air di seluruh Jakarta tercapai pada 2029.

Dalam acara ini, Pramono juga menekankan pentingnya menjaga profesionalisme di tubuh PAM Jaya. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar tidak ada intervensi dalam menjalankan roda manajemen perusahaan PAM Jaya. Meski fokus pada peningkatan layanan air bersih di Jakarta, Pramono juga meminta agar PAM Jaya tetap memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan, salah satunya dengan Kartu Air Sehat.

Sementara itu, Direktur Utama PT PAM Jaya, Arief Nasrudin menyampaikan komitmen PAM Jaya untuk meningkatkan cakupan layanan air bersih hingga 100 persen di Jakarta. Hingga saat ini, total sambungan pipanisasi PAM Jaya di Jakarta telah mencapai 13.200 kilometer. Cakupan layanan air bersih pun telah menjangkau hingga 82 persen. Dengan begitu masih ada sekitar 2.000 kilometer sambungan pipanisasi yang harus diselesaikan hingga 2029.

Arief menambahkan, PAM Jaya akan semakin kreatif dan inovatif dalam menyediakan layanan air bersih untuk masyarakat. Salah satunya yakni dengan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Jakarta Barat.

“Bahkan nanti akan ada embung Pak, di Angke Polor yang nantinya akan menjadi pertama embung yang dikelola oleh BUMD PAM Jaya. Ini menjadi salah satu inovasi-inovasi yang menjadi terobosan kami,” lanjutnya.

Selain itu, PAM Jaya juga memberikan bantuan toren kepada masyarakat untuk menghadapi dampak perubahan iklim. Rencananya pada tahun depan sebanyak 7.000 hingga 10.000 toren yang akan dibagikan kepada masyarakat.

“Ini ada tujuan dan maksud agar juga mereka di area yang jauh dari booster PAM kami malam harinya, airnya bisa bekerja dan mengisi. Sehingga pagi hari mereka bisa menggunakan toren itu untuk kehidupan rutinitas pagi hari,” tandasnya.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...