Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Fuad Bawazier, menilai penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dimulai pada awal tahun 2025 akan semakin matang pada tahun ketiga. Menurutnya, program berskala nasional seperti MBG membutuhkan proses penyempurnaan secara bertahap sehingga tidak realistis jika diharapkan langsung berjalan sempurna sejak awal.
Fuad pun menyebut penyesuaian anggaran yang terjadi dalam pelaksanaan MBG merupakan hal yang wajar karena kebutuhan riil di lapangan baru terlihat setelah program berjalan.
“Memang pertama, ini pejabatnya itu biasa membikin anggaran gede dulu karena takut nanti kurang. Kalau pada bikin budget besar-besar dulu. Tapi waktu dilaksanakan, oh ternyata cuma segitu. Ya seperti itulah. Jadi kalau menurut saya programnya uangnya belum naik itu ya masuk akal,” ujar Fuad dalam acara diskusi, dikutip Rabu (1/7/2026).
Ia yakin pemerintah akan semakin memahami kebutuhan program seiring bertambahnya pengalaman dalam pelaksanaan.
Fuad mengatakan, kualitas MBG akan terus meningkat hingga memasuki tahun ketiga dan keempat. Ia juga menilai salah satu kekuatan utama MBG adalah keterlibatan pelaku usaha kecil di berbagai daerah. Menurutnya, perputaran ekonomi di tingkat daerah tersebut akan menciptakan efek berganda yang besar terhadap perekonomian nasional, termasuk membuka lapangan kerja baru.
Fuad bahkan mengatakan potensi penciptaan lapangan kerja dari MBG sangat signifikan apabila program terus diperluas. Ia berpendapat, target penciptaan hingga jutaan lapangan kerja merupakan capaian yang sangat besar jika dibandingkan dengan negara lain.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

