National

Qodari: Kondisi Indonesia Saat Ini Berbeda dengan 1998, Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Pemerintah menegaskan kondisi perekonomian Indonesia saat ini berada dalam kondisi yang stabil dan memiliki fundamental yang kuat. Karena itu, kekhawatiran mengenai kemungkinan terulangnya krisis ekonomi seperti 1998 dinilai tidak berdasar.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi (Bakom RI), Muhammad Qodari, Selasa (30/6).

Menurut Qodari, berbagai indikator ekonomi menunjukkan bahwa kondisi Indonesia saat ini sangat berbeda dibandingkan dengan situasi menjelang krisis 1998. Pada kuartal pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen secara tahunan (year-on-year).

Qodari mengatakan bahwa ini menunjukkan Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Di sisi lain, tingkat inflasi tahunan Indonesia juga masih berada pada level yang terkendali, yakni sebesar 3,08 persen. Meskipun meningkat dibandingkan April 2026 yang tercatat sebesar 2,42 persen, inflasi nasional dinilai tetap stabil di tengah dinamika perekonomian global.

Lebih lanjut, Qodari juga menyoroti rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) yang saat ini berada di kisaran 40-41 persen. Angka tersebut masih jauh di bawah batas maksimal 60 persen sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, sehingga tetap berada dalam kategori aman.

Selain itu, kondisi sektor perbankan Indonesia juga dinilai jauh lebih kuat dibandingkan saat krisis 1998. Menurutnya, perbankan nasional saat ini memiliki capital adequacy ratio (CAR) yang terjaga dengan baik sehingga mampu menopang stabilitas sistem keuangan.

Qodari menegaskan pemerintah terus bergerak cepat merespons berbagai dinamika ekonomi global agar dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan.

Salah satu langkah yang baru-baru ini dilakukan adalah pemberian subsidi kedelai sebesar Rp 2.000 per kilogram bagi produsen tahu dan tempe sebagai respons terhadap kenaikan harga kedelai dunia yang dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...