Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan membangun 11 rumah susun (rusun) baru melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai upaya menambah ketersediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus mengurangi backlog perumahan di ibu kota.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan dua proyek yang menjadi prioritas adalah Rusun Marunda Klaster C dan Rusun Rorotan 9 karena kebutuhan hunian di kedua kawasan tersebut dinilai paling mendesak. Rusun Marunda Klaster C akan dibangun dengan lima tower, sedangkan Rusun Rorotan 9 direncanakan memiliki tujuh tower. Kedua proyek tersebut akan menjadi tahap awal dari program pembangunan rusun yang telah disiapkan Pemprov Jakarta.
Selain mengandalkan pembiayaan dari APBD, Pemprov Jakarta juga menjalin kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk mendukung program nasional pembangunan tiga juta rumah. Melalui kolaborasi tersebut, sembilan rumah susun tambahan akan dibangun bersama oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jakarta.
Pramono berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mempercepat penyediaan hunian yang terjangkau bagi masyarakat. Program ini juga diharapkan memberikan solusi bagi pasangan muda yang ingin memiliki tempat tinggal di Jakarta.
Pramono menegaskan, pembangunan rumah susun tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah unit, tetapi juga harus memperhatikan kualitas fasilitas yang tersedia. Seluruh rusun yang dibangun diwajibkan ramah bagi penyandang disabilitas dengan menyediakan akses yang memadai bagi seluruh penghuni.
Ia secara khusus meminta agar setiap bangunan dilengkapi lift yang berfungsi optimal sehingga dapat digunakan dengan mudah oleh penyandang disabilitas, lansia, maupun kelompok masyarakat lainnya. Menurutnya, aspek aksesibilitas harus menjadi bagian penting dalam setiap proyek pembangunan hunian.
Melalui pembangunan 11 rumah susun baru serta kolaborasi dengan Pemerintah Pusat, Pemprov Jakarta berharap mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak, aman, dan nyaman.
Pemerintah juga menargetkan agar proyek tersebut tidak hanya mengurangi kekurangan perumahan, tetapi sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan. Dengan mengedepankan prinsip inklusivitas dan kenyamanan, pembangunan rusun diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kebutuhan perumahan di Jakarta.
Alexander Jason – Redaksi

