Business Economy Finance Life Style

MMA Marketing Talk 2026 Siap Tetapkan Arah Industri Pemasaran dan Periklanan Indonesia: Lead with Innovation, Grow with Purpose

Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia akan mempertemukan para pemimpin paling berpengaruh di industri pemasaran dan periklanan tanah air di JW Marriott Hotel Jakarta pada 16 Juli 2026 dengan satu agenda utama: mendefinisikan seperti apa kepemimpinan Indonesia di era pertumbuhan berikutnya. MMA Marketing Talk 2026 hadir dengan tema Lead with Innovation. Grow with Purpose.

MMA Marketing Talk (MMT) 2026 merupakan konferensi sehari penuh yang mempertemukan lebih dari 35 pemimpin pemikiran dari kalangan CMO, CTO, Head of Brand, Marketing, Technology, dan Digital dari berbagai brand, agensi, perusahaan media, penerbit, perusahaan telekomunikasi, hingga perusahaan ad-tech. Tujuh jalur diskusi akan mewarnai jalannya acara: Leadership & Growth Mindset, Generative & Agentic AI, Creativity & Storytelling, Social Marketing, Retail Media & E-Commerce, Data & Measurement, serta Transformative Innovation.

Membuka rangkaian konferensi mendatang, MMT 2026 dengan bangga menyambut Tamu Kehormatan Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, Komisaris PT. Ilthabi Rekatama, salah satu suara paling berpengaruh di Indonesia dalam bidang teknologi, inovasi, dan pembangunan nasional. Sebagai putra dari mendiang Presiden B.J. Habibie, Dr. Ilham mewarisi keyakinan bahwa masa depan Indonesia ditentukan oleh kualitas gagasan dan keberanian untuk mewujudkannya. Kehadiran beliau di konferensi ini mencerminkan bobot percakapan yang akan digelar oleh industri.

Konferensi ini hadir pada momentum yang tepat dalam perjalanan pertumbuhan Indonesia. Pasar transformasi digital Indonesia, yang bernilai $29 miliar pada 2026 dan tumbuh dengan CAGR 19,1% menuju $69,6 miliar pada 2031, kini menyumbang hampir 10% dari PDB nasional. Skala telah terbentuk. Yang masih menjadi pertanyaan adalah siapa yang akan memimpinnya. Lebih dari 70% pemimpin industri saat ini masih terfokus pada hasil jangka pendek, bertumpu pada pendekatan yang sudah familiar, justru di saat pasar menuntut sesuatu yang lebih tajam.

Data seputar AI mengungkap cerita yang sama dari sudut pandang berbeda. CMO yang organisasinya telah mencapai kematangan AI mengalokasikan 21,3% anggaran pemasaran mereka untuk inisiatif AI dan melaporkan total anggaran pemasaran sebesar 8,9% dari pendapatan perusahaan, melampaui rata-rata industri yang masing-masing berada di angka 15,3% dan 7,8%. Organisasi yang melaju lebih cepat sedang membangun arsitektur pengambilan keputusan yang mengubah investasi menjadi keunggulan terukur.

Pergeseran ini juga terlihat dari pergerakan anggaran. Dengan nilai $3,41 miliar pada 2026 dan proyeksi mencapai $4,51 miliar pada 2031 dengan CAGR 5,7%, persaingan memperebutkan perhatian konsumen di Indonesia belum pernah sepanas ini. Video mendominasi porsi belanja terbesar, social commerce menjadi format dengan pertumbuhan tercepat, dan basis konsumen yang mobile-first menuntut brand hadir dengan kecepatan sekaligus kedalaman. Namun pengeluaran yang lebih besar belum menjembatani kesenjangan kepercayaan. Pada 2026, 82% eksekutif B2C menyatakan tingkat kepercayaan konsumen terhadap mereka tinggi, sementara hanya 49% konsumen yang benar-benar merasakannya. Jarak ini hanya bisa ditutup dengan konsistensi, kejelasan, dan tujuan yang sungguh-sungguh.

“Para pemimpin pemasaran memperlakukan inovasi sebagai sebuah disiplin yang menuntut agenda pertumbuhan yang jelas, kebenaran konsumen yang nyata, dan brand yang layak dipercaya. Indonesia memiliki semua prasyarat untuk menjadi tolok ukur bagi kawasan ini: skala, kecepatan, basis konsumen, dan talenta yang sepadan. Yang mengubah potensi itu menjadi kenyataan adalah kualitas kepemimpinan di baliknya. Pemimpin yang mengarahkan teknologi dengan tujuan, membangun kepercayaan secara sengaja, dan memetakan jalur pertumbuhan ke depan. Konferensi ini akan mempertemukan para pemimpin yang memahami bahwa inovasi adalah alat, tujuan adalah strategi, dan keduanya bersama-sama membangun brand yang dipilih konsumen Indonesia selama satu dekade ke depan.” — Shanti Tolani, Country Head & Board Director, MMA Indonesia.

Bagi para pemimpin yang akan membentuk industri pemasaran Indonesia selama sepuluh tahun ke depan, MMT 2026 merupakan titik temu yang kuat: Lead with Innovation. Grow with Purpose.

MMA Indonesia Local Council: https://mmaglobal.com/local-councils/indonesia

MMA Global: https://mmaglobal.com

MMA Marketing Talk 2026: https://mmaglobal.com/event/mma-marketing-talk-2026/agenda

Tentang Marketing + Media Alliance (MMA)

Marketing + Media Alliance (MMA) adalah aliansi global nirlaba yang terdiri dari Chief Marketing Officer dan pemimpin pemasaran senior, yang bekerja untuk memajukan kemampuan para pemasar dalam menciptakan nilai. Dipimpin oleh CMO dan didukung oleh seluruh ekosistem pemasaran — termasuk brand, AdTech dan MarTech, media, konsultan, agensi, dan platform — MMA membangun model, kerangka kerja, dan alat berbasis bukti yang divalidasi melalui Think Tank dan Lab multi-tahun bernilai jutaan dolar.

MMA menangani pertanyaan terbesar industri yang belum terjawab — apa yang benar-benar mendorong pertumbuhan, metode pengukuran mana yang bisa dipercaya, bagaimana AI harus dioperasikan secara bertanggung jawab, dan strategi organisasi mana yang meningkatkan kinerja bisnis. MMA menerjemahkan hasil kerjanya menjadi panduan praktis dan alat yang digunakan anggota untuk meningkatkan hasil pemasaran dan memperkuat kemampuan pemasaran dalam menciptakan nilai perusahaan.

Berkantor pusat di New York City, MMA beroperasi di 16 negara di kawasan APAC, Eropa, MEA, LATAM, dan Amerika Utara. MMA mewakili lebih dari 825 anggota korporat dan menyelenggarakan lebih dari 62 konferensi global per tahun, termasuk acara unggulannya di AS: MMA’s POSSIBLE (Miami) dan MMA CMO & CEO Summit.

Kontak Media

Marketing + Media Alliance (MMA) Indonesia

indonesia@mmaglobal.com

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...