Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) terus memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menegaskan bahwa lembaganya akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar penyaluran KPR Sejahtera FLPP semakin tepat sasaran dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari dukungan terhadap target pemerintah dalam merealisasikan program pembangunan 3 juta rumah.
Salah satu kebijakan yang disiapkan pemerintah adalah memperpanjang tenor KPR Sejahtera FLPP dari maksimal 20 tahun menjadi hingga 40 tahun. Kebijakan tersebut diharapkan dapat menurunkan besaran cicilan sehingga semakin banyak masyarakat memenuhi persyaratan untuk memperoleh rumah subsidi.
Selain itu, pemerintah juga menetapkan batas maksimal penghasilan penerima manfaat, termasuk di Jawa Timur, di mana masyarakat yang belum menikah dengan penghasilan hingga Rp8 juta per bulan dan yang telah menikah dengan penghasilan hingga Rp11 juta per bulan dapat mengajukan KPR subsidi selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Untuk mendukung perluasan akses terhadap hunian layak dan terjangkau, pemerintah juga menyediakan sekitar 50.000 kuota rumah subsidi di Jawa Timur sepanjang 2026.
Heru menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus memperkuat pemerataan akses pembiayaan perumahan di berbagai daerah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang menjadi faktor penting dalam memastikan program subsidi perumahan berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Hingga 3 Juli 2026, realisasi penyaluran KPR Sejahtera FLPP yang dikelola BP Tapera telah mencapai 97.421 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp12,1 triliun. Penyaluran tersebut didukung oleh 36 bank penyalur, 22 asosiasi pengembang, 11.124 pengembang, serta telah direalisasikan di 9.466 kawasan perumahan yang tersebar di 35 provinsi dan 378 kabupaten/kota.
BP Tapera menilai capaian tersebut mencerminkan komitmen bersama seluruh mitra dalam memperluas kepemilikan rumah yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Alexander Jason – Redaksi

