Metropolitan

Seabad Ali Sadikin, Pramono: Seni dan Budaya Jadi Fondasi Jakarta Global

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri Peringatan 100 Tahun Ali Sadikin di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (7/7). Peringatan ini menjadi penghormatan atas jasa Gubernur DKI Jakarta periode 1966–1977 yang meletakkan fondasi penting pembangunan Jakarta, khususnya dalam pengembangan seni, budaya, dan ruang publik.

Pramono mengatakan, peringatan satu abad Ali Sadikin menjadi momentum untuk mengenang kembali jejak kepemimpinannya yang menempatkan kebudayaan sebagai bagian penting pembangunan kota. Salah satu warisan yang terus dirasakan hingga kini adalah Taman Ismail Marzuki yang tetap menjadi ruang tumbuh seni, budaya, dan kreativitas di ibu kota.

“Bagi saya pribadi, bukan hanya pembangunan fisik yang menjadi warisan terbesar Bang Ali, tetapi juga keberanian beliau membangun ekosistem seni dan budaya. Siapa pun gubernur Jakarta tidak mungkin tidak melanjutkan apa yang telah diwariskan Bang Ali,” ujar Pramono.

Menurutnya, kemajuan Jakarta harus tetap berpijak pada sejarah dan budaya. Karena itu, semangat yang diwariskan Ali Sadikin perlu terus dihidupkan melalui penguatan ekosistem seni dan budaya, sekaligus dikenalkan kepada generasi muda agar memahami perjalanan pembangunan Jakarta dan memiliki rasa memiliki terhadap kotanya.

Semangat tersebut juga menjadi landasan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam melanjutkan pembangunan kota.

Pramono menegaskan, Pemprov DKI terus memperkuat transportasi publik terintegrasi, mengembangkan kawasan berorientasi transit (TOD), serta menata Pasar Baru dan Kota Tua. Upaya tersebut berjalan seiring dengan pelestarian budaya Betawi, antara lain melalui revitalisasi Setu Babakan dan penguatan unsur budaya Betawi dalam berbagai kegiatan pemerintah.

“Menjelang Jakarta memasuki usia lima abad pada 2027, kita ingin membangun Jakarta sebagai kota global yang modern, tetapi tetap berkarakter, menghargai sejarah, dan menjadikan kebudayaan sebagai identitas sekaligus kekuatan kota,” jelasnya.

Selain itu, Pramono juga mengajak masyarakat terus menjaga dan mewariskan nilai-nilai yang ditinggalkan Ali Sadikin kepada generasi muda. Menurutnya, keberanian berinovasi, berpikir jangka panjang, dan membangun demi kepentingan masyarakat merupakan teladan kepemimpinan yang tetap relevan bagi pembangunan Jakarta.

“Semangat Bang Ali bukan hanya tentang apa yang telah dibangun, tetapi juga keberanian mengambil keputusan demi kemajuan kota. Nilai kepemimpinan seperti keberanian berinovasi, berpikir jangka panjang, dan membangun untuk kepentingan masyarakat harus terus menjadi inspirasi bagi kita semua,” tuturnya.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Gubernur Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno sejak awal masa jabatan telah menghidupkan kembali berbagai fasilitas budaya di kawasan TIM. Langkah tersebut diwujudkan melalui pengoperasian kembali Planetarium, perpanjangan jam layanan perpustakaan hingga malam hari, serta penguatan kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, Institut Kesenian Jakarta (IKJ), pengelola TIM, para seniman, dan budayawan.

Peringatan 100 Tahun Ali Sadikin diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB). Acara ini turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta periode 2007–2012, Fauzi Bowo, keluarga besar Ali Sadikin, seniman, budayawan, akademisi, serta berbagai komunitas kebudayaan.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...