Perjalanan Salma Astami Putri, yang akrab disapa Sally, siswi SMA Negeri 3 Bandung, Jawa Barat, menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat diraih melalui kerja keras dan tekad yang kuat.
Sebagai penerima Beasiswa Garuda Gelombang I, Sally berhasil diterima di Monash University, Australia, pada program studi Applied Data Science. Ini menjadi langkah awal menuju cita-citanya membangun masa depan riset Indonesia.
Di balik keberhasilannya, Sally mengaku masih sulit mempercayai bahwa impiannya kini menjadi kenyataan.
“Rasanya unreal banget. Masih kadang setengah nggak percaya juga. Tapi akhirnya setelah saya ingat-ingat lagi ke belakang, ternyata journey saya juga sudah sepanjang ini. Akhirnya saya mulai bangga juga sama diri saya sendiri dan semakin termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi,” ujarnya usai mengikuti pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (9/7).
Bagi Sally, memilih Beasiswa Garuda bukanlah keputusan yang datang begitu saja. Ia mengaku telah mempelajari berbagai peluang beasiswa sebelum akhirnya menemukan program yang paling sesuai dengan visi hidupnya.
“Saya mencari berbagai informasi mengenai beasiswa. Ada banyak sekali sebenarnya beasiswa yang disediakan untuk siswa seperti kita ini. Tapi setelah melihat profil saya dan rencana kontribusi yang ingin saya lakukan ke depan, saya merasa Beasiswa Garuda ini yang paling cocok dengan saya,” katanya.
Di Monash University, Sally akan mendalami Applied Data Science, bidang yang berfokus pada pengolahan dan pemanfaatan data untuk menjawab berbagai tantangan di masa depan. Namun, ia telah memiliki fokus yang lebih spesifik, yakni menggabungkan ilmu data dengan biologi.
“Untuk saya sendiri nanti akan memilih fokus di Biological Science and Genetics. Jadi akan ada kolaborasi antara biologi, khususnya genetika, dengan data yang ada sehingga ke depannya bisa memberikan manfaat yang lebih luas,” jelasnya.
Tak hanya mengejar prestasi akademik, Sally telah menyiapkan target jangka panjang setelah menyelesaikan pendidikan di Australia. Ia ingin kembali ke Indonesia untuk memperkuat ekosistem riset sekaligus membangun laboratorium yang dapat dimanfaatkan para pelajar melakukan riset secara mandiri.
“Kontribusi yang ingin saya capai adalah membantu sektor riset di Indonesia. Untuk jangka panjang, saya juga ingin membangun laboratorium sendiri di Indonesia yang membuka kesempatan bagi para pelajar untuk melakukan riset independen, seperti di negara-negara maju,” tuturnya.
Menurut Sally, kesempatan belajar di luar negeri harus menjadi bekal untuk menghadirkan perubahan nyata di Tanah Air, bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto dan seluruh pihak yang menghadirkan Beasiswa Garuda.
Sally menilai kesempatan belajar di luar negeri harus menjadi bekal untuk membawa perubahan nyata bagi Indonesia. Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan seluruh pihak yang telah menghadirkan Beasiswa Garuda.
Menurutnya, program tersebut membuka kesempatan bagi lebih banyak pelajar Indonesia untuk memperoleh pendidikan berkualitas di luar negeri sekaligus membawa ilmu dan pengalaman itu kembali ke Tanah Air.
“Dan nantinya kita juga akan bisa membawa yang serupa di Indonesia, sehingga Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar mimpi, tetapi menjadi kenyataan,” tegasnya optimistis.
Selama empat tahun menempuh pendidikan di Australia, Sally bertekad terus mengembangkan diri agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, selama empat tahun studi saya di sana, saya akan terus berkembang menjadi lebih baik dan akhirnya bisa membantu lebih banyak orang lagi di Indonesia,” pungkasnya.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

