Presiden Prabowo Subianto menyebut program Koperasi Desa,Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menciptakan perputaran uang sebesar Rp223 triliun per tahun di desa-desa sekaligus memperkuat perekonomian rakyat. KDKMP juga akan menjadi pusat penyaluran barang-barang subsidi agar lebih tepat sasaran.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79 yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, Minggu kemarin.
Sementara itu, dia menghitung pendapatan produsen mulai dari petani, peternak dan nelayan juga akan meningkat hingga mencapai Rp 222 triliun.
Presiden menegaskan bahwa KDKMP akan menjadi pusat layanan ekonomi desa, termasuk sebagai jalur utama penyaluran seluruh barang subsidi yang telah ditetapkan pemerintah. Melalui mekanisme tersebut, pemerintah menargetkan penyaluran subsidi menjadi lebih tepat sasaran sekaligus menutup celah penyelewengan, termasuk penyelundupan barang subsidi ke luar negeri.
Program KDKMP yang dicanangkan pemerintahan Presiden Prabowo bertujuan membangun ekosistem koperasi modern berbasis digital di tingkat desa.
Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan KDKMP akan menjadi pusat pelayanan ekonomi desa yang terintegrasi. Selain memiliki kantor koperasi, KDKMP juga akan dilengkapi toko sembako, layanan simpan pinjam, apotek desa yang menyediakan obat-obatan dengan harga terjangkau, gudang, serta gudang pendingin untuk membantu petani dan nelayan menyimpan hasil panen maupun hasil tangkapan.
Prabowo pun berjanji kredit MEKAAR ini yang semua memiliki bunga kredit hingga 22% akan diturunkan menjadi 8%. Prabowo pun mengaku dirinya sebenarnya ingin bunga kredit MEKAAR bisa turun menjadi 5%.
KDKMP juga dirancang untuk memutus rantai tengkulak melalui sistem pembelian siaga (offtaker), sehingga koperasi siap membeli hasil panen petani dan tangkapan nelayan dengan harga yang adil dan stabil. Skema ini diharapkan dapat melindungi petani dan nelayan dari anjloknya harga akibat permainan pasar.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

