World

Prancis Kurangi Operasional Pembangkit Listrik Nuklir Akibat Suhu Panas Ekstrem

Perusahaan energi Prancis, Electricite de France (EDF), menghentikan sementara operasional tiga reaktor nuklir dan mengurangi kapasitas delapan reaktor lainnya akibat gelombang panas ekstrem yang melanda negara tersebut. Suhu yang mencapai 41 derajat Celsius meningkatkan tekanan terhadap sistem energi dan lingkungan, sehingga memaksa EDF mengambil langkah darurat.

Pembatasan operasional dilakukan karena pembangkit listrik tenaga nuklir di Prancis menggunakan air sungai sebagai sistem pendingin. Ketika suhu air di Sungai Garonne, Rhone, dan Meuse meningkat melewati batas aman, pembuangan air panas dari reaktor berisiko merusak ekosistem perairan dan mengancam kelangsungan hidup biota sungai.

Gelombang panas ini menjadi tantangan serius bagi ketahanan energi Prancis, yang sebelumnya juga mengalami suhu ekstrem pada akhir Juni. Pemerintah telah menetapkan peringatan cuaca tingkat tertinggi di sejumlah wilayah akibat meningkatnya risiko dehidrasi dan serangan panas, sementara pembatasan reaktor dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan listrik dan perlindungan lingkungan.

Meski sejumlah reaktor mengalami penghentian dan pengurangan daya, operator jaringan listrik memastikan pasokan listrik nasional masih aman. Namun, penurunan produksi dari sektor nuklir yang menyuplai sekitar 70 persen kebutuhan listrik Prancis tetap dipantau ketat agar tidak memengaruhi stabilitas pasokan, harga listrik regional, maupun ekspor energi ke negara-negara Eropa.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...