Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan memegang prinsip non-blok serta menjalin hubungan baik dengan seluruh negara. Namun, dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, menurutnya, merupakan prinsip yang tidak dapat dikompromikan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (24/7) malam.
Prabowo mengatakan Indonesia akan terus menjalankan kebijakan The Good Neighbor Policy atau Kebijakan Tetangga yang Baik dengan membangun hubungan persahabatan dan kerja sama dengan seluruh negara di dunia.
Menurutnya, Indonesia konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif tanpa memihak blok kekuatan tertentu, menghormati kedaulatan setiap negara, serta mengedepankan penyelesaian berbagai persoalan melalui diplomasi.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa sikap terbuka Indonesia tidak boleh dimaknai sebagai kelemahan. Ia mengingatkan bahwa tidak boleh ada pihak asing yang merendahkan ataupun mengganggu kedaulatan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan bahwa dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina tetap menjadi bagian dari prinsip politik luar negeri yang tidak akan berubah.
Menutup pengarahannya mengenai ketahanan nasional, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini sedang giat membangun kekuatan militer dan alutsista yang mumpuni. Namun, ia menekankan bahwa pertahanan terkuat bangsa bukanlah semata-mata pada alutsista fisik, melainkan pada kehendak seluruh elemen bangsa.

