National

Prabowo: Ilmu Ekonomi Sederhana, Jangan Biarkan Keuntungan Mengalir ke Luar Negeri

Presiden RI Prabowo Subianto menilai ilmu ekonomi pada dasarnya merupakan konsep yang sederhana dan tidak perlu dipandang rumit. Untuk menjelaskan prinsip tersebut, Prabowo menggunakan ilustrasi bisnis warung kopi dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (24/7) malam.

Dalam pidatonya, Prabowo menjelaskan bahwa prinsip dasar ekonomi dapat dipahami melalui perhitungan sederhana antara biaya produksi, harga jual, dan keuntungan yang diperoleh.

Ia mencontohkan seorang pemilik warung kopi yang menghitung modal untuk membuat satu cangkir kopi, kemudian menjualnya dengan harga lebih tinggi sehingga memperoleh keuntungan. Menurut Prabowo, keuntungan tersebut semestinya disimpan dan diputar kembali untuk mengembangkan usaha.

Dari ilustrasi itu, Prabowo mempertanyakan praktik ekonomi yang justru membuat modal maupun keuntungan dari pengelolaan sumber daya mengalir ke luar negeri, alih-alih dimanfaatkan untuk memperkuat perekonomian nasional.

Ia kemudian mengaitkan analogi tersebut dengan realitas pengelolaan sumber daya alam Indonesia, Prabowo menyentil fenomena hasil kekayaan nasional yang selama ini banyak mengalir ke luar negeri tanpa memberi dampak langsung bagi kesejahteraan warga. Ia mengaku tidak habis pikir dengan teori ekonomi yang membenarkan penyerahan kekayaan negara ke pihak asing.

Menutup arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh gagasan dan arah kebijakan ekonominya berpatokan teguh pada amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 dan Pasal 34 UUD 1945.

Menurutnya, kedua pasal tersebut adalah benteng sekaligus roh perjuangan para pendiri bangsa demi memastikan seluruh rakyat Indonesia memperoleh penghidupan yang layak dan mandiri secara ekonomi.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...