World

Donald Trump Akui Ketangguhan Militer Iran di Tengah Gempuran Serangan Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengakui Iran masih memiliki sebagian kemampuan militer meskipun telah menjadi sasaran serangan militer AS selama konflik berlangsung.

Dalam pidatonya di Badan Perlindungan Lingkungan AS, Trump menyebut Iran tetap mampu mempertahankan sebagian kekuatannya, namun menegaskan kondisi tersebut tidak berarti posisi Teheran lebih kuat dibandingkan beberapa bulan lalu. Menurutnya, situasi saat ini justru lebih menguntungkan bagi Washington daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Trump juga membantah laporan sejumlah media Amerika Serikat yang menyebut posisi Iran kini lebih kuat dibandingkan saat perang dimulai empat bulan lalu. Ia menilai perkembangan konflik menunjukkan hasil yang lebih positif bagi AS, meskipun Iran masih mempertahankan sebagian kapasitas militernya. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya perhatian terhadap dinamika konflik di Timur Tengah.

Pada hari yang sama, Trump mengeluarkan peringatan keras kepada Iran terkait aktivitas kelompok Houthi di Laut Merah. Ia menegaskan bahwa apabila Houthi kembali menyerang kapal-kapal di kawasan tersebut, Amerika Serikat akan meminta pertanggungjawaban langsung kepada Iran karena dianggap sebagai pendukung kelompok itu. Trump juga memperingatkan bahwa tindakan tersebut akan dibalas dengan hukuman militer besar terhadap Iran maupun Houthi.

Ultimatum tersebut muncul setelah kelompok Houthi menyerang sedikitnya satu kapal tanker minyak di Laut Merah. Insiden itu memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah ke salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia. Kondisi tersebut turut meningkatkan perhatian internasional terhadap stabilitas kawasan dan keamanan distribusi energi global.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...