World

Dua Tanker Super China Tembus Blokade Houthi di Laut Merah

Dua kapal tanker super atau very large crude carrier (VLCC) asal China yang mengangkut sekitar 4 juta barel minyak mentah Arab Saudi berhasil keluar dari Laut Merah melalui Selat Bab el-Mandeb pada Kamis waktu setempat. Keberhasilan kedua kapal melewati jalur tersebut terjadi di tengah blokade yang diberlakukan kelompok Houthi di Yaman serta meningkatnya ketegangan di kawasan. Situasi ini semakin memperburuk gangguan distribusi energi global yang juga dipengaruhi penutupan Selat Hormuz akibat memanasnya kembali konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Berdasarkan data pelayaran, kapal VLCC Xin Long Yang sempat berbalik arah dan berhenti di tengah Laut Merah sebelum melanjutkan perjalanan ke arah selatan pada Rabu malam. Kapal VLCC Cosnew Lake kemudian mengikuti rute yang sama hingga keduanya berhasil keluar dari Laut Merah pada Kamis sore. Xin Long Yang dijadwalkan berlayar menuju Pelabuhan Qinzhou di Provinsi Guangxi, sedangkan Cosnew Lake akan membongkar muatan di Pelabuhan Huizhou, Provinsi Guangdong.

Kedua kapal diketahui disewa oleh Unipec, unit perdagangan milik Sinopec, perusahaan penyulingan minyak terbesar di Asia. Melalui sistem identifikasi otomatis, kedua kapal juga mengindikasikan bahwa awak kapalnya merupakan warga negara China. Muatan minyak mentah tersebut diambil dari Pelabuhan Yanbu, Arab Saudi, pada awal pekan ini.

Sementara itu, hingga kini Cosco Shipping selaku operator kapal maupun Sinopec belum memberikan tanggapan terkait pelayaran tersebut. Di sisi lain, dua tanker VLCC lain yang juga disewa Unipec dilaporkan memperlambat pelayarannya menjelang pemuatan minyak di Yanbu pada akhir Juli. Berdasarkan data pelayaran, kedua kapal masih berputar di kawasan Teluk Aden dan belum melanjutkan perjalanan menuju Selat Bab el-Mandeb di tengah tingginya risiko keamanan kawasan.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...