Rekaman CCTV yang memperlihatkan momen-momen sebelum tewasnya pengawal mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, mendadak menjadi sorotan publik. Tayangan video tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat lantaran kondisi kematian korban berinisial S dianggap tidak wajar setelah ditemukan meninggal dunia dengan mulut dan hidung mengeluarkan busa di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Merespons ramainya sorotan atas rekaman CCTV tersebut, jajaran kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan memastikan telah mengamankan dan menyita seluruh perangkat rekaman guna kepentingan penyelidikan secara menyeluruh. Tim penyidik bersama ahli digital forensik tengah menguji kecocokan alur waktu pada video dengan keterangan para saksi serta hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada rekayasa atau kejanggalan dalam kronologi detik-detik akhir aktivitas korban.
Selain mendalami bukti digital, tim kedokteran forensik juga terus mempercepat proses analisis terhadap jenazah korban yang telah dievakuasi ke rumah sakit. Polisi menegaskan bahwa kemunculan busa pada area wajah serta tanda-tanda fisik lainnya tidak bisa langsung disimpulkan tanpa adanya dasar uji toksikologi dan patologi anatomi secara ilmiah. Hasil pemeriksaan laboratorium medis tersebut nantinya akan disandingkan langsung dengan bukti rekaman kamera pengawas.
Pihak kepolisian mengimbau publik untuk tetap tenang dan memercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum. Polisi berjanji akan bersikap transparan dan segera menyampaikan hasil akhir penyelidikan secara resmi kepada masyarakat, baik terkait bukti digital CCTV maupun kesimpulan medis penyebab pasti kematian pengawal eks Jampidsus tersebut.
Zahra Rahmanda Oktafiani – Redaksi

