Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Surabaya yang diproyeksikan mulai beroperasi pada Agustus 2026. Sekolah tersebut diharapkan menjadi akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dalam kunjungannya pada Selasa (28/7), Qodari melihat langsung berbagai fasilitas yang telah disiapkan di kawasan sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 6,6 hektare. Sekolah ini dirancang menampung sekitar 370 siswa dengan konsep terintegrasi yang menggabungkan jenjang SD, SMP, dan SMA dalam satu kawasan pendidikan.
Qodari meninjau sejumlah fasilitas, mulai dari ruang guru, asrama siswa, toilet, laboratorium, lapangan olahraga, masjid, kantin, hingga guest house. Menurutnya, kualitas bangunan dan kelengkapan fasilitas yang tersedia sangat memadai.
“Yang jelas fasilitasnya luar biasa. Kalau kita melihat fasilitas ini, biasanya sekolah-sekolah swasta yang sangat bagus dan sangat mahal memiliki fasilitas seperti ini. Tetapi justru di sini ditujukan untuk kalangan yang kurang beruntung,” ujar Qodari dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (29/7).
Ia menilai fasilitas yang tersedia tidak kalah dengan sekolah swasta berstandar tinggi. Yang membuatnya semakin terkesan, seluruh fasilitas tersebut justru diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Qodari mengatakan, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 dan Desil 2 untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas. Menurutnya, pendidikan menjadi kunci untuk mengubah masa depan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Menurut Qodari pendidikan ialah kunci untuk mengubah masa depan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ia juga menjelaskan bahwa calon siswa yang nantinya akan menempati sekolah tersebut saat ini telah mengikuti proses belajar di Sekolah Rakyat transisi sebagai bagian dari persiapan sebelum menempati gedung permanen.
Qodari menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata implementasi program Presiden Prabowo di bidang pendidikan. Menurutnya, gagasan yang sebelumnya hanya berupa konsep kini mulai terwujud menjadi fasilitas pendidikan yang siap dimanfaatkan masyarakat.
Hadirnya Sekolah Rakyat, kata dia, juga menjadi simbol bahwa setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarganya, memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan terbaik.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

