Football Sports

FIFA Tetap Lanjutkan Rencana Penjualan Saham Piala Dunia Meski Ditentang

FIFA tetap bersikeras melanjutkan rencana penjualan sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia melalui entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) dengan valuasi sekitar US$15–20 miliar, meski mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi dan menghadapi ancaman boikot.

Dilansir dari The Telegraph Football pada Jumat (31/7), FIFA menegaskan bahwa proyek tersebut bertujuan meningkatkan pendapatan bagi 211 asosiasi anggotanya, bukan menjual kepemilikan sepak bola kepada pihak swasta.

FIFA menyatakan akan tetap menjalankan proses konsultasi dengan seluruh 211 asosiasi anggota sebelum keputusan akhir diambil. Organisasi tersebut menegaskan setiap asosiasi akan memiliki kesempatan untuk mempelajari proposal secara menyeluruh dan memberikan suara berdasarkan informasi yang tersedia.

FIFA juga membantah anggapan bahwa proyek tersebut merupakan bentuk “penjualan sepak bola”. Menurut mereka, pembentukan FIFA Forward Enterprise merupakan langkah strategis untuk menciptakan sumber pendapatan baru yang nantinya dapat memberikan manfaat finansial lebih besar kepada seluruh asosiasi anggota di berbagai belahan dunia.

Laporan yang sama menyebut FIFA secara tidak langsung mendorong negara-negara dengan federasi yang lebih kecil agar menentukan sikap secara independen, tanpa harus mengikuti tekanan dari konfederasi atau federasi besar yang menolak rencana tersebut. Langkah ini dinilai sebagai upaya FIFA untuk memastikan seluruh anggota memiliki hak yang sama dalam menentukan arah masa depan organisasi.

Dalam pernyataannya, FIFA menegaskan bahwa setiap pihak memang berhak menyampaikan keberatan dan meminta penjelasan lebih lanjut. Namun, mereka menekankan bahwa tidak ada satu pun organisasi yang dapat mengklaim mewakili seluruh 211 asosiasi anggota FIFA. Menurut FIFA, setiap anggota harus diberi kesempatan untuk meninjau usulan tersebut dan menentukan pilihannya sendiri, karena itulah prinsip demokrasi yang ingin dijunjung dalam proses pengambilan keputusan.

Polemik mengenai rencana pembentukan FIFA Forward Enterprise diperkirakan masih akan terus berlanjut dalam beberapa pekan ke depan. Dengan dukungan dari sebagian anggota dan penolakan keras dari sejumlah konfederasi, proyek bernilai miliaran dolar tersebut berpotensi menjadi salah satu keputusan paling kontroversial dalam sejarah FIFA.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...