Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mematangkan pengembangan tabung compressed natural gas (CNG) berukuran 3 kilogram yang disiapkan sebagai alternatif pengganti LPG bersubsidi. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan produk tersebut kini memasuki tahap akhir pengujian keamanan.
Menurut Bahlil, seluruh tahapan pengujian di Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) hampir rampung. Saat ini hanya tersisa uji tembak untuk memastikan ketahanan tabung terhadap kondisi ekstrem sebelum diproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat.
“Saya baru tiga hari lalu dipresentasikan hasil tabung tiga kilogram. Sekarang Lemigas lagi uji yang terakhir. Menurut informasi yang saya terima dari hasil mereka, tinggal uji tembak,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8/2026).
Uji tembak merupakan salah satu tahapan pengujian untuk mengukur ketahanan tabung terhadap tekanan tinggi dan paparan api, sehingga dapat dipastikan memenuhi standar keselamatan sebelum digunakan secara luas.
Meski proses pengujian hampir selesai, Bahlil belum dapat memastikan kapan tabung CNG 3 kilogram mulai diimplementasikan. Ia menegaskan keputusan tersebut akan bergantung pada hasil akhir pengujian Lemigas.
“Doakan saja. Yang terbaik untuk ibu pertiwi tercinta,” katanya.
Pemerintah sebelumnya telah menyiapkan pemanfaatan CNG sebagai alternatif pengganti liquefied petroleum gas (LPG) dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap impor. Saat ini, sekitar 75 hingga 80 persen kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi dari impor.
Pemerintah menilai pemanfaatan CNG dapat menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan energi nasional karena memanfaatkan gas bumi yang tersedia di dalam negeri. Selain itu, diversifikasi energi tersebut juga diharapkan mampu menekan beban subsidi energi yang selama ini terus meningkat seiring tingginya konsumsi LPG bersubsidi.
Apabila seluruh tahapan pengujian dinyatakan memenuhi standar keselamatan, tabung CNG 3 kilogram akan menjadi salah satu opsi energi rumah tangga yang memanfaatkan sumber daya gas bumi domestik sebagai bagian dari strategi pemerintah menuju kemandirian energi nasional.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

