Iran mengklaim telah membatalkan rencana serangan terhadap tiga lokasi di Ukraina setelah pemerintah Kiev disebut menyampaikan permohonan maaf atas dugaan serangan terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia.
Penasihat Militer Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyatakan seluruh persiapan operasi telah rampung sebelum akhirnya dibatalkan menyusul permintaan maaf tersebut, meski tidak menjelaskan bentuk maupun waktu penyampaiannya.
Ketegangan bermula dari tuduhan Teheran bahwa Ukraina menyerang kapal dagang Iran pada 25 Juli 2026 hingga menewaskan seorang anak buah kapal, sementara Iran juga menuntut ganti rugi atas insiden tersebut. Pemerintah Iran menegaskan langkah tersebut diambil setelah mempertimbangkan perkembangan diplomatik terbaru.
Selain isu dengan Ukraina, Rezaei memperingatkan bahwa Iran tidak akan mengizinkan kapal melintasi Selat Hormuz melalui jalur yang tidak diakui pemerintahnya. Ia menegaskan kapal yang melanggar ketentuan tersebut berisiko menjadi sasaran tindakan militer. Pernyataan itu menunjukkan Iran tetap mempertahankan sikap tegas terhadap keamanan jalur pelayaran strategis di kawasan. Selat Hormuz kembali menjadi salah satu titik perhatian di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Rezaei juga mengklaim pasukan Iran berhasil menimbulkan kerugian besar terhadap militer Amerika Serikat selama konflik yang berlangsung selama 17 hari. Menurutnya, serangan rudal dan drone Iran mampu menggagalkan sejumlah operasi militer AS di kawasan. Klaim tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya persaingan militer dan politik antara Teheran dan Washington. Namun, belum ada konfirmasi independen mengenai klaim kerugian yang disampaikan pihak Iran.
Ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari 2026 yang kemudian memicu aksi balasan dari Teheran. Meski kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata pada April 2026 dan menandatangani memorandum perdamaian melalui mediasi Pakistan pada Juni 2026, kesepakatan tersebut tidak bertahan lama. Konflik kembali memanas dengan aksi saling serang selama sekitar dua pekan. Perkembangan terbaru menunjukkan situasi keamanan kawasan masih dibayangi ketidakpastian meski upaya diplomasi terus dilakukan.
Alexander Jason – Redaksi

