Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kondisi ketenagakerjaan Indonesia terus membaik. Sepanjang Februari hingga Mei 2026, jumlah penduduk yang bekerja bertambah sekitar 522 ribu orang, dengan sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja.
Dalam periode yang sama, jumlah angkatan kerja juga meningkat sekitar 497 ribu orang menjadi 155,41 juta orang. Sementara itu, jumlah penduduk usia kerja mencapai 220,23 juta orang atau bertambah sekitar 689 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/8). BPS juga melaporkan jumlah penduduk usia kerja pada Mei 2026 mencapai 220,23 juta orang atau naik sekitar 689 ribu orang dibandingkan kondisi tiga bulan sebelumnya.
BPS mencatat kelompok pekerja penuh waktu masih mendominasi pasar kerja. Hingga Mei 2026, jumlah pekerja penuh mencapai 98,98 juta orang atau bertambah sekitar 391 ribu orang dibandingkan tiga bulan sebelumnya. Bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja mencerminkan meningkatnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Menurut BPS, tingkat partisipasi angkatan kerja laki-laki masih jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan pada periode Mei 2026. TPAK laki-laki tercatat sebesar 85,14 persen dan mengalami peningkatan dibanding Februari 2026, sedangkan TPAK perempuan berada di level 55,84 persen atau sedikit menurun.
Data terbaru ini menunjukkan sektor pertanian menjadi kontributor utama pertumbuhan tenaga kerja, sementara industri tetap bertambah meski terbatas dan perdagangan mengalami penurunan
Sementara itu, kenaikan jumlah penduduk usia kerja menunjukkan potensi tenaga kerja Indonesia terus bertambah sehingga menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

