Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan pertemuan dengan pengemudi dan pengurus angkutan kota (angkot) M44 rute Kampung Melayu–Kuningan/Karet untuk membahas polemik penataan rute transportasi umum. Pertemuan tersebut menjadi upaya mediasi setelah muncul protes dari para sopir terkait tumpang tindih rute dengan moda transportasi lain, khususnya mikrotrans JakLingko dan bus TransJakarta.
Para pengemudi M44 mengeluhkan penurunan pendapatan karena layanan transportasi terintegrasi dinilai mengambil sebagian koridor penumpang mereka. Dishub DKI berupaya mencari solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan pengemudi sekaligus menjaga efektivitas jaringan transportasi publik.
Melalui dialog tersebut, Dishub akan mendengarkan langsung aspirasi dan masukan teknis dari para pengemudi M44 mengenai kondisi di lapangan. Pemerintah kemudian akan mengkaji sejumlah opsi, termasuk penataan kembali alokasi rute, kemungkinan integrasi M44 ke dalam sistem JakLingko, maupun penyesuaian koridor operasional.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah persaingan antarmoda yang merugikan salah satu pihak. Penataan juga perlu mempertimbangkan kebutuhan penumpang yang mengandalkan rute Kampung Melayu–Kuningan/Karet setiap hari.
Pemprov DKI Jakarta berharap pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan yang konstruktif sehingga gejolak sosial dan potensi aksi mogok dapat dicegah. Pemerintah menilai keberlangsungan operasional angkot perlu tetap dijaga karena berkaitan langsung dengan mata pencaharian para pengemudi.
Di sisi lain, integrasi transportasi umum harus tetap berjalan agar pelayanan kepada masyarakat semakin efisien dan terkoordinasi. Penyelesaian polemik M44 menjadi bagian dari tantangan Jakarta dalam menata jaringan transportasi umum yang melibatkan berbagai moda.
Pemerintah perlu memastikan setiap perubahan rute dilakukan secara terukur agar tidak menciptakan konflik baru di lapangan. Dengan komunikasi antara Dishub, operator, pengemudi, dan pemangku kepentingan lainnya, penataan diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja transportasi dan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Alexander Jason – Redaksi

