Presiden Iran Masoud Pezeshkian disebut telah bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, pada akhir Juli untuk membahas persoalan militer dan ekonomi. Pertemuan tersebut berlangsung di tengah spekulasi mengenai sulitnya akses Pezeshkian untuk berkomunikasi dengan Khamenei, yang sejak menjabat pada Maret lalu jarang terlihat di hadapan publik.
Sebelumnya, Pezeshkian sempat mengatakan interaksinya dengan Khamenei semakin meningkat, tetapi kemudian mengakui bahwa komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi tersebut cukup sulit.
Menurut media pemerintah Iran, pertemuan itu membahas sejumlah isu strategis, termasuk pengamanan sumber daya, pengelolaan devisa, penggunaan energi, serta hubungan ekonomi dengan mitra asing. Pertemuan serupa juga dilaporkan berlangsung pada Mei dan menjadi pertemuan pertama keduanya yang dipublikasikan sejak Mojtaba menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi.
Mojtaba Khamenei sebelumnya dilaporkan mengalami luka parah dalam serangan Amerika Serikat pada 28 Februari yang menewaskan ayahnya, Ali Khamenei. Sejak saat itu, minimnya kemunculan Mojtaba di hadapan publik memicu berbagai spekulasi mengenai kondisi kesehatannya. Situasi tersebut semakin diperkuat oleh pernyataan Pezeshkian mengenai kesulitan berkomunikasi dengannya.
Di tengah spekulasi tersebut, Wakil Organisasi Basij, Qasem Qoraishi, menyatakan bahwa rekaman video dan dokumen lain menunjukkan Mojtaba berada di tengah masyarakat dan beraktivitas di jalanan. Pernyataan tersebut dinilai sebagai upaya untuk membantah kabar mengenai kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran dan menjawab kritik terhadap minimnya kemunculannya di ruang publik.
Pertemuan dengan Pezeshkian dan pernyataan pemerintah Iran mengenai aktivitas Mojtaba menunjukkan upaya pemerintah untuk menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran tersebut tetap menjalankan perannya di tengah situasi politik dan keamanan yang masih penuh tekanan.
Alexander Jason – Redaksi

