National

160 Orang Tua dan Guru di SMPN 12 Ambawang Ikuti Edukasi Literasi Digital

Peran orang tua dinilai semakin penting dalam mendampingi anak menggunakan gawai di tengah derasnya arus informasi digital. Hal tersebut menjadi fokus Sosialisasi Bahaya Penggunaan Gawai Berlebih pada Anak yang menghadirkan Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Barat Densus 88 AT Polri di SMP Negeri 12 Ambawang, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan ini diikuti sekitar 160 peserta, terdiri dari 147 orang tua siswa dan 13 guru, dengan materi mengenai manfaat teknologi sekaligus risiko paparan konten berbahaya di ruang digital.

Briptu Muhammad Mursid dari Tim Pencegahan Satgaswil Kalimantan Barat Densus 88 AT Polri menjelaskan bahwa propaganda Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) berbasis kekerasan dapat menyebar melalui media sosial, berbagai platform digital, maupun komunitas daring.

Karena itu, pengawasan orang tua tidak cukup hanya membatasi durasi penggunaan gawai, tetapi juga perlu disertai komunikasi terbuka, pendampingan, dan peningkatan literasi digital. Anak perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi dan mengenali konten yang berpotensi memengaruhi mereka secara negatif.

Dalam sosialisasi tersebut, orang tua juga diberikan pemahaman mengenai sejumlah faktor yang dapat membuat anak rentan terhadap pengaruh ekstrem, seperti krisis identitas, kebutuhan akan pengakuan, pengaruh lingkungan, rendahnya literasi digital, serta lemahnya pengawasan keluarga.

Kelompok tertentu dapat memanfaatkan ruang digital untuk membangun komunikasi dan kepercayaan sebelum secara bertahap memengaruhi cara pandang anak. Karena itu, orang tua didorong untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku dan menjaga komunikasi yang terbuka agar persoalan anak dapat diketahui sejak dini.

Selain pengawasan, kegiatan tersebut menekankan pentingnya pola pengasuhan yang seimbang dengan tetap memberikan ruang bagi anak untuk memanfaatkan teknologi secara positif. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan aparat penegak hukum dinilai penting untuk menciptakan lingkungan digital yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Melalui kegiatan ini, Densus 88 AT Polri berharap orang tua semakin memahami pentingnya literasi digital dan pendampingan sehingga generasi muda dapat tumbuh kritis dalam menerima informasi, toleran, cinta tanah air, dan tangguh menghadapi pengaruh negatif di ruang digital.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...