Nilai tukar rupiah menguat setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI). Pencalonan tersebut mendapat perhatian pelaku pasar karena Destry dinilai memiliki pengalaman panjang di sektor keuangan dan telah lama berada dalam struktur bank sentral.
Penguatan rupiah terjadi di tengah munculnya kepastian mengenai sosok yang akan memimpin BI setelah sebelumnya posisi gubernur bank sentral mengalami perubahan. Kepastian tersebut dinilai menjadi salah satu sentimen yang turut diperhatikan pasar.
Berdasarkan laporan sejumlah media ekonomi, rupiah pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, bergerak menguat terhadap dolar Amerika Serikat. Salah satu laporan mencatat rupiah menguat hingga sekitar Rp17.739 per dolar AS. Pergerakan tersebut menunjukkan respons pasar yang relatif positif terhadap pencalonan Destry. Namun, penguatan rupiah juga dipengaruhi sejumlah faktor lain, termasuk dinamika dolar AS dan sentimen pasar global.
Destry bukan merupakan figur baru di BI. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Deputi Gubernur Senior BI dan terlibat dalam berbagai kebijakan yang berkaitan dengan stabilitas moneter serta sistem keuangan.
Dengan pengalaman tersebut, pencalonan Destry memberikan sinyal kesinambungan kebijakan bagi pasar. Investor juga memiliki gambaran lebih jelas mengenai arah kepemimpinan BI setelah proses pergantian gubernur bank sentral berlangsung.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

